Simak Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasi Cegukan Saat Puasa
Penyebab dan cara mengatasi cegukan saat puasa -freepik.com \-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Banyak di antara kita yang pernah merasakan cegukan, dan saat berpuasa, fenomena ini cenderung lebih sering terjadi. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan kebingungan, terutama karena solusi umum untuk cegukan, yakni minum air, tidak dapat dilakukan saat beribadah puasa.
Tetapi, Anda tidak perlu merasa cemas. Terdapat beberapa metode lain yang dapat membantu mengurangi cegukan tanpa harus membatalkan puasa. Apakah Anda ingin tahu caranya? Mari kita bahas lebih lanjut.
Cegukan saat berpuasa umumnya disebabkan oleh kontraksi mendadak pada otot diafragma, yang berfungsi penting dalam proses pernapasan. Dalam keadaan normal, otot diafragma akan turun saat kita menarik napas dan kemudian kembali naik saat kita mengeluarkan napas.
Cegukan yang terjadi beberapa jam setelah sahur seringkali berkaitan dengan makanan yang telah dikonsumsi. Di sisi lain, cegukan yang terjadi di siang hari atau menjelang berbuka puasa biasanya disebabkan oleh peningkatan asam lambung. Kondisi perut yang kosong serta stres juga bisa menjadi penyebab terjadinya cegukan.
BACA JUGA:Viral Adu Argumen di Pasar Minggu, Walikota Bengkulu: Idak Ado Anggota-Anggotaan
BACA JUGA:BWS Sumatera VII Tegaskan Proyek Pengendali Banjir Bengkulu Sesuai Prosedur, Isu Hoaks Diluruskan
Penyebab Cegukan Saat Puasa
Menurut keterangan dari alodokter. com, cegukan muncul saat otot diafragma berkontraksi secara tiba-tiba, yang mengakibatkan udara masuk ke paru-paru dengan cepat. Hal ini menyebabkan katup pita suara (glotis) menutup dan memproduksi suara "hik".
Cegukan sering kali disebabkan oleh kebiasaan makan dan minum, seperti makan terburu-buru, mengonsumsi minuman berkarbonasi, atau makan dalam porsi berlebihan. Faktor-faktor ini dapat tetap berpengaruh terhadap cegukan hingga lima jam setelah sahur, tergantung pada laju pencernaan masing-masing orang.
Namun, jika cegukan terjadi di siang atau sore hari, biasanya itu disebabkan oleh meningkatnya asam lambung, yang dapat mengiritasi otot diafragma dan memicu kontraksi mendadak yang kita sebut sebagai cegukan.
Beberapa riset menunjukkan bahwa perubahan pola makan selama puasa dapat memicu peningkatan asam lambung, walaupun hubungan antara keduanya masih perlu diteliti lebih dalam.
Cegukan saat berpuasa biasanya berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Namun, ada juga cegukan yang dapat berlangsung lebih dari 48 jam, yang mungkin berhubungan dengan kondisi medis tertentu, seperti hepatitis, stroke, atau kanker. Cegukan yang berkepanjangan juga bisa disebabkan oleh efek samping dari penggunaan obat tertentu.
BACA JUGA:Ini Dia 5 Strategi Agar Tetap Tenang dalam Kondisi Apapun
BACA JUGA:Yuk Kenali 5 Manfaat Petai Rebus bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


