Rahmat Mulyadi Serap Aspirasi Warga Pasar Melintang, Soroti Drainase dan Persoalan Sampah di Malabro
Rahmat Mulyadi -IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi NasDem, Rahmat Mulyadi, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Pasar Melintang, Senin (16/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan mendasar disampaikan warga, terutama terkait drainase dan pengelolaan persampahan.
Rahmat Mulyadi mengungkapkan, persoalan drainase masih menjadi keluhan utama masyarakat. Selain menyebabkan genangan saat hujan, kondisi drainase yang kurang optimal juga berdampak pada kebersihan lingkungan sekitar.
“Yang paling utama itu masalah drainase dan juga masalah persampahan. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya usai kegiatan reses.
Ia menyoroti persoalan sampah di wilayah Malabro yang dinilai cukup memprihatinkan. Minimnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya menyebabkan tumpukan sampah berpotensi terbawa aliran air hingga ke laut.
“Yang terparah itu masalah persampahan di wilayah Malabro. Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan bisa membuat sampah langsung menuju ke laut. Kalau tidak cepat ditanggapi, ini bisa mempengaruhi ekosistem laut,” tegasnya.
Sebagai solusi, warga mengusulkan agar pemerintah memasang pembatas serta membangun kanal-kanal penahan sampah di sejumlah titik aliran air. Dengan adanya pembatas tersebut, sampah dapat tertahan sebelum masuk ke laut sehingga lebih mudah diangkut oleh petugas kebersihan.
“Usulan dari konstituen tadi supaya diberikan pembatas dan dibuatkan kanal-kanal, sehingga sampah bisa tertahan dan tidak langsung menuju ke laut. Kalau sudah tertahan, tentu bisa segera diangkut,” jelas Rahmat.
Selain itu, warga juga menyinggung persoalan siring atau saluran air di wilayah Kelurahan Kebun Ros yang sebelumnya sempat dilakukan inspeksi mendadak (sidak), namun hingga kini belum sepenuhnya tertangani.
Rahmat Mulyadi berharap melalui hasil reses ini, berbagai aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan mendatang. Ia menargetkan sejumlah usulan prioritas tersebut dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
“Kita berharap dengan adanya reses ini, apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa kita dorong dan mudah-mudahan di 2027 nanti bisa terlaksana,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


