HONDA BANNER

RUPS Tahun Buku 2025, Bank Bengkulu Perkuat Transformasi Berkelanjutan

RUPS Tahun Buku 2025, Bank Bengkulu Perkuat Transformasi Berkelanjutan

RUPS Tahun Buku 2025, Bank Bengkulu Perkuat Transformasi Berkelanjutan--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Di tengah dinamika ekonomi global serta tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) menunjukkan resiliensi yang solid dengan kinerja keuangan yang tumbuh positif.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, total aset Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp11,190 triliun atau tumbuh 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja tersebut dan berharap Bank Bengkulu dapat terus berkontribusi dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu secara luas.

“Dengan semangat transformasi, profesionalisme, dan kolaborasi, kita optimistis Bank Bengkulu akan terus memperkuat perannya sebagai penggerak perekonomian daerah, mitra pembangunan yang terpercaya, serta institusi perbankan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Helmi Hasan.

BACA JUGA:Laba Tumbuh 34 Persen, Bank Bengkulu Perkuat Modal Inti dan Usulkan Komisaris Baru

BACA JUGA:Terpilih Aklamasi, Dedy Hardiansyah Resmi Pimpin JMSI Bengkulu Periode 2026–2031

Kepada awak media, Gubernur juga menjelaskan bahwa dalam RUPS tersebut turut dibahas usulan nama calon Komisaris Independen Bank Bengkulu.

“Kita tadi juga mengusulkan untuk posisi Komisaris Independen, yaitu Aprikie Putra Wijaya dan Sulian Risman. Ada dua nama yang diusulkan,” singkatnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 penyaluran kredit Bank Bengkulu meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun. Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun.

“Dari sisi profitabilitas, Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, meningkat signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024,” jelas Iswahyudi.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang tetap terjaga pada level sehat, dengan Return on Assets (ROA) sebesar 1,64 persen, Return on Equity (ROE) 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,11 persen. Adapun posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang semakin memperkuat struktur permodalan bank untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Iswahyudi menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap menjadi prioritas utama Bank Bengkulu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga, serta para pemangku kepentingan lainnya juga terus diperkuat guna menghadapi tantangan digitalisasi dan ketidakpastian ekonomi global.

“Kolaborasi ini sekaligus mempertegas peran Bank Bengkulu dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: