Bapenda Gandeng Kejaksaan Kejar Piutang Pajak, PAD Kota Bengkulu Naik Lebih dari Rp2 Miliar
--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu terus memperkuat strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui penagihan piutang pajak yang masih menunggak.
Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Kejaksaan dalam menindaklanjuti piutang pajak yang belum tertagih, baik tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya maupun kewajiban pajak tahun berjalan yang belum diselesaikan oleh wajib pajak.
“Melalui kerja sama ini, kami bersama Kejaksaan akan menindaklanjuti piutang pajak yang belum tertagih, baik piutang tahun sebelumnya maupun tunggakan pada tahun berjalan, seperti pembayaran Januari hingga Februari yang masih belum dipenuhi,” ujar Noni.
BACA JUGA:23 KDKMP di Kota Bengkulu Siap Terima Bantuan Budidaya Ikan untuk Dukung MBG
BACA JUGA:Dukcapil Kota Bengkulu Berikan Solusi Untuk KK yang Gagal Cetak
Meski demikian, Noni menegaskan bahwa langkah penagihan melalui Kejaksaan bukan menjadi upaya pertama yang dilakukan.
Bapenda tetap mengedepankan pendekatan persuasif dengan mendatangi wajib pajak secara langsung guna mengingatkan kewajiban mereka sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan pajak.
“Petugas Bapenda terlebih dahulu melakukan pendekatan langsung kepada wajib pajak. Selain untuk menagih, langkah ini juga bertujuan mengoptimalkan PAD agar tidak ada potensi pendapatan daerah yang terlewat,” jelasnya.
Menurut Noni, sumber PAD Kota Bengkulu berasal dari berbagai sektor, mulai dari pajak restoran, hotel, parkir hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena itu, dukungan dan kesadaran wajib pajak dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap masih ada wajib pajak yang belum memberikan kontribusi maksimal agar dapat meningkatkan kepatuhannya demi mendukung pendapatan daerah,” katanya.
Kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas penagihan serta meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak di Kota Bengkulu.
Di sisi lain, Bapenda mencatat tren positif pada realisasi PAD tahun 2026. Hingga April, pendapatan daerah tercatat meningkat lebih dari Rp2 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Jika dibandingkan April tahun lalu dengan April tahun ini, sudah terjadi peningkatan lebih dari Rp2 miliar. Bahkan di beberapa sektor kenaikannya mencapai sekitar 20 persen,” ungkap Noni.
Ia menyebut sektor restoran dan hotel menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan PAD. Kedua sektor tersebut bahkan telah mendekati, bahkan ada yang mencapai target penerimaan pada triwulan pertama tahun ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
