TPA Air Sebakul Bengkulu Over Kapasitas, Warga Diminta Bijak Kelola Sampah
Ist/BE - Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Bengkulu, Anshar Amin--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Kapasitas penampungan limbah sampah rumah tangga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul, Kota Bengkulu, saat ini mengalami over kapasitas. Kondisi tersebut terjadi di atas lahan seluas 6,9 hektare yang kini tidak lagi mampu menampung volume sampah secara optimal.
Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilah dan memilih sampah rumah tangga sebelum dibuang dan diangkut oleh petugas kebersihan.
Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengatakan pihaknya terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Menurutnya, pemisahan sampah organik dan anorganik menjadi langkah sederhana namun sangat penting untuk mengurangi beban TPA Air Sebakul.
“Sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah,” ujar Anshar Amin.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Tegaskan Penataan Pasar Panorama, Disdagrin ‘Buru’ ASN Belanja Diluar Pasar
BACA JUGA:Pantai Pasir Putih Bakal Tampil Lebih Tertata, 35 Gazebo Gratis Disiapkan untuk Wisatawan
Ia menambahkan, DLH Kota Bengkulu juga tengah menggencarkan edukasi kepada masyarakat hingga tingkat lingkungan dan rumah ibadah agar kesadaran pengelolaan sampah dapat tumbuh sejak dini.
“Kami mendorong seluruh warga agar terlibat dalam pembinaan sampah. Kami juga akan menggandeng masjid untuk mengajarkan anak-anak pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. Kami ingin memutus rantai sampah agar tidak semuanya berakhir di TPA,” jelasnya.
Anshar menyebutkan, saat ini berbagai upaya pengurangan sampah terus dilakukan, salah satunya dengan mengaktifkan bank sampah di tingkat RW.
Warga diharapkan dapat menjadi nasabah bank sampah sehingga sampah anorganik memiliki nilai ekonomis dan tidak langsung dibuang.
“Organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan anorganik dapat didaur ulang melalui bank sampah. Di sejumlah RW saat ini sudah tersedia bank sampah dan kami berharap masyarakat bisa berperan aktif menjadi nasabah,” tambahnya.
Melalui langkah tersebut, DLH Kota Bengkulu berharap volume sampah yang masuk ke TPA Air Sebakul dapat berkurang, sekaligus menciptakan pola pengelolaan sampah yang lebih bijak dan berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
