Pemkot Bengkulu Siapkan Program Budidaya Maggot Guna menekan Volume Sampah
Anshar Amin --
BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai menggenjot program budidaya maggot sebagai solusi cepat dan efektif dalam mengurai persoalan sampah organik yang selama ini menjadi tantangan serius di Kota Bengkulu.
Program ini tidak hanya difokuskan untuk mengurangi volume sampah, namun juga diarahkan menjadi bagian dari sistem ekonomi sirkular yang mampu memberi nilai manfaat bagi masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Anshar Amin mengatakan, budidaya maggot dinilai menjadi metode paling efektif dalam menangani sampah organik karena proses penguraiannya jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional seperti pengomposan biasa.
“Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu,” ujar Anshar
Menurutnya, DLH Kota Bengkulu saat ini juga mulai membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari penggiat lingkungan hingga kalangan akademisi untuk memperkuat program pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut.
BACA JUGA:Atasi Banjir, PUPR Kota Bengkulu Rehabilitasi dan Perluas Siring Penghubung Kandang Mas–Bumi Ayu
BACA JUGA:Gelar Walikota Cup 2026, Pemkot Bengkulu Siapkan Kompetisi Minisoccer Antar Instansi dan Pelajar
“Kami sudah berkomunikasi dengan akademisi dan komunitas lingkungan agar program ini tidak hanya berjalan di pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat melalui pengabdian dan edukasi langsung,” katanya.
Anshar menjelaskan, program budidaya maggot ini juga memiliki dampak ekonomi yang cukup besar.
Hasil budidaya maggot nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele bernutrisi tinggi yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi,” jelasnya.
DLH Kota Bengkulu pun mulai menyiapkan langkah konkret dengan melakukan sosialisasi dan advokasi secara masif mulai 19 Mei 2026 mendatang.
Program tersebut akan menyasar tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT agar budaya memilah sampah dapat diterapkan langsung di lingkungan masyarakat.
“Target kami ke depan, pemilahan sampah bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi gaya hidup baru masyarakat Kota Bengkulu. Kalau ini berjalan konsisten, persoalan sampah bisa berkurang signifikan,” tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
