Wawako Ronny Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Maksimalkan Media Sosial
Wawako Ronny Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Ronny P.L. Tobing didampingi Nelawati secara resmi membuka Pelatihan Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Promosi dan Branding UMKM di Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Hidayah 1 Kantor Walikota Bengkulu, Bentiring, Senin (2/3/2026).
Dalam sambutannya, Ronny mengapresiasi langkah Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu yang terus berinovasi dalam memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pelatihan berbasis digitalisasi seperti ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Pemasaran berbasis digital sangat mempermudah para pelaku usaha dalam menjajakan produknya. Dengan media sosial, jangkauan promosi menjadi lebih luas tanpa terbatas ruang dan waktu,” ujar Ronny.
Ia menekankan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Pemerintah Kota Bengkulu, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Nelawati, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya pemanfaatan platform digital oleh pelaku usaha di Kota Bengkulu.
BACA JUGA:Sepekan Dua Penggerebekan di Kota Bengkulu, Dari Sanksi Adat Hingga Skandal Oknum Lurah
BACA JUGA:Patroli Gabungan di Lebong, Pelajar Diminta Pulang, Motor Knalpot Brong Ditertibkan
“Kegiatan ini merupakan hal yang sangat penting. Dari hasil identifikasi kami, ternyata masih banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan platform digital secara maksimal. Melalui pelatihan ini, kami berharap setelah dilakukan pendataan ke depan, akan terlihat peningkatan kemampuan pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya melalui jalur digital,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram, hingga platform marketplace seperti Shopee, dinilai mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dasar penggunaan media sosial, tetapi juga strategi branding, pembuatan konten menarik, hingga teknik pemasaran digital yang efektif.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap, dengan optimalisasi media sosial, UMKM lokal dapat semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




