HONDA BANNER

Listrik dan Emas Jadi Pemicu Inflasi, Kelompok Pendidikan Sumbang Deflasi di Bengkulu

Listrik dan Emas Jadi Pemicu Inflasi, Kelompok Pendidikan Sumbang Deflasi di Bengkulu

inflasi tahunan (year on year) Kota Bengkulu-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Kota Bengkulu mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 2,63 persen pada Januari 2026. Sementara itu, secara bulanan (month to month/m-to-m) dan tahun kalender berjalan (year to date/y-to-d), Bengkulu justru mengalami deflasi sebesar 0,72 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,15.

Kondisi tersebut disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu yang diwakili oleh Tina Wahyufitri dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Januari 2026 yang digelar di Kantor BPS Kota Bengkulu, Senin (2/2/2026).

Inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12,88 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,00 persen. 

Kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,59 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 1,28 persen, transportasi sebesar 1,10 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,68 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangansebesar 0,11 persen.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga atau deflasi, antara lain kelompok pendidikan sebesar 8,31 persen, kesehatan sebesar 0,66 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,43 persen, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,42 persen.

BACA JUGA:Kasus DBD di Bengkulu Fluktuatif, Warga Diminta Waspada di Musim Hujan

BACA JUGA:Kekuatan Sedekah Rp2.000, BAZNAS Kota Bengkulu Bantu Ribuan UMKM dan Pelajar

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y dengan andil sebesar 1,69 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), ikan dencis, dan daging ayam ras.

Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi penyumbang utama deflasi y-on-y dengan andil 0,51 persen, dipengaruhi oleh komoditas seperti Sekolah Menengah Atas, cabai merah, bensin, jengkol, dan tarif rumah sakit.

Untuk perkembangan bulanan, deflasi m-to-m Januari 2026 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,83 persen. Komoditas yang dominan menekan harga antara lain cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, tarif rumah sakit, dan angkutan udara.

Adapun kelompok yang masih memberikan andil inflasi m-to-m adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,16 persen, dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, tarif gunting rambut pria, sepeda motor, ikan dencis, dan tomat.

Rilis BRS Januari 2026 ini turut dihadiri oleh Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Bagian Perekonomian Setda Kota Bengkulu, Dinas Perindag Kota Bengkulu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, serta para statistisi di lingkungan BPS Kota Bengkulu. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait