Banner HONDA
BPBD

Transportasi Online Tak Terbendung

Transportasi Online Tak Terbendung

Lebih lagi program Wonderful Bengkulu 2020 yang telah dicanangkan oleh Pemerintah juga diprediksi kandas. Pasalnya untuk mewujudkan industri pariwisata yang mumpuni perlu didorong oleh transportasi yang baik juga.

"Bali itu bisa maju karena transportasinya baik, kalau masalah seperti ini saja Pemerintah tidak becus sama saja apa yang menjadi misi Provinsi akan gagal kedepannya," tegas Pakar Ekonomi, Dr Ahmad Badawi Saluy MM.

Ia menilai, munculnya Grab di Bengkulu secara tidak langsung juga mendorong peningkatan pembelian kendaraan bermotor. Hal tersebut jelas berkontribusi bagi daerah secara tidak langsung. Belum lagi Grab juga menghidupkan ribuan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bengkulu dengan layanan antar jemput makanan dan minuman.

"Sektor otomotif dan UMKM di Bengkulu bisa bangkit karena Grab, jadi apakah Pemerintah hanya ingin mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Grab yang saya kira tidak begitu besar dibandingkan banyaknya sektor lainnya yang bisa tumbuh di Bengkulu," terang Ahmad.

Grab di Bengkulu sudah seperti "Agen Pembangunan Daerah" yang kinerjanya tidak terlihat. Namun, Pemerintah hanya melihat kinerja yang terlihat, hal inilah yang membuat Bengkulu selamanya tidak akan maju seperti kota-kota lainnya di Indonesia khusunya Sumatera.

"Kalau Bengkulu mau maju, maka dukung kemajuan daerah, Grab itu datang ke Bengkulu sebagai investor, kalau mengendalikan daerah saja tidak bisa maka investor lainnya akan memandang Bengkulu tidak bisa dijadikan mitra," tegas Ahmad.

Pihaknya menilai, investor merupakan mitra yang harus dibaiki. Sehingga jangan sampai investor malah pergi meninggalkan Bengkulu dan memilih kota lainnya.

"Grab itu tidak hanya di Bengkulu, bahkan kota tetangga seperti Lubuk Linggau, Grab anteng-anteng saja, dan kotanya makin maju sekarang, masa Bengkulu mau kalau dengan Kota Tetangga," tutup Ahmad.(999)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: