Banner HONDA

Kebakaran di Air Bang Rejang Lebong, Rumah dan Pangkalan LPG Ludes

Kebakaran di Air Bang Rejang Lebong, Rumah dan Pangkalan LPG Ludes

Rumah sekaligus pangkalan LPG 3 kilogram di Kelurahan Air Bang, Rejang Lebong, ludes terbakar. Kerugian ditaksir Rp200 juta, tanpa korban jiwa.-FOTO RAZIK-

BENGKULUEKSPRESS.COM– Kebakaran menghanguskan satu unit rumah semi permanen yang juga dijadikan pangkalan gas LPG 3 kilogram di Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 10.20 WIB.

Rumah milik Indra (56) tersebut terbakar setelah api diduga muncul akibat korsleting listrik dan kebocoran gas. Kobaran api kemudian membesar dan menghanguskan bagian belakang rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rejang Lebong, Andi Ferdian, S.E., M.Ak., membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, petugas langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan di lokasi.

“Benar, telah terjadi kebakaran satu unit rumah di Kelurahan Air Bang. Rumah tersebut juga digunakan sebagai pangkalan gas LPG 3 kilogram. Tiga unit mobil pemadam kami kerahkan untuk melakukan pemadaman,” kata Andi.

Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan kebocoran gas. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Beruntung, sejumlah tabung gas LPG yang berada di dalam pangkalan tidak ikut terbakar. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan tabung-tabung tersebut sehingga berhasil dikeluarkan dari area yang terbakar.

BACA JUGA:?Surat Mantan Bupati Kepahiang Soal Pengembalian Aset Tanah Jadi Pertimbangan JPU Tuntut Idris ?

BACA JUGA:Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Cetak Sejarah dari Cabor Panahan

Selain petugas pemadam, warga sekitar juga turut membantu proses pemadaman. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan merembet ke bangunan di sekitar lokasi.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.

Andi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan penggunaan gas LPG, terutama di kawasan permukiman yang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan atau penjualan gas.

“Untuk masyarakat kami mengimbau agar selalu memperhatikan kondisi instalasi listrik dan penggunaan LPG. Jika mencium bau gas atau melihat kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera lakukan tindakan pengamanan dan hubungi petugas,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.(Cw1)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: