Industri Lampu Desak Pemerintah Batasi Produk Asal China

Industri Lampu Desak Pemerintah Batasi Produk Asal China

Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) mengaku perusahaan lokal sudah sangat mampu memproduksi lampu light emitting diode (LED). Produk lampu irit energi itu merupakan tren teranyar di sektor lampu seluruh dunia. Hanya saja, gairah industri dalam negeri memproduksi lampu LED kurang difasilitasi pemerintah. Alasannya, produk asal China membanjiri pasar tanpa ada bea masuk, sehingga negara idealnya membantu industri lokal. Ketua Umum Aperlindo John Manoppo mengeluh mengatakan industri lampu nasional memerlukan dukungan pemerintah antara lain pengenaan tarif untuk impor LED asal China sebesar 15 persen. Dia mengatakan paling tidak sudah ada empat perusahaan Tanah Air yang memiliki kemampuan memproduksi LED, dengan kapasitas produksi sampai 15 juta unit. Akan tetapi, sampai saat ini, pasar Indonesia yang masih besar dikuasai produk asing. Paling tidak, kata John, di China produsen LED mendapat subsidi pemerintah sampai 50 persen. Sehingga produk tersebut pasti akan banyak diekspor, termasuk ke Indonesia. \"Saya tidak minta subsidi, saya hanya minta agar industri dalam negeri didukung, dengan pemberlakuan bea masuk,\" katanya di Kementerian Perindustrian, Jumat (11/1). John yakin potensi lampu ini masih besar dilihat dari jumlah pelanggan PLN yang mencapai 48 juta. Paling tidak produsen lampu dalam negeri hanya mampu menjual 330 juta unit tahun lalu. Lampu jenis LED diklaim merupakan jenis lampu yang tidak terlalu canggih, namun konsumsi energinya cukup irit tanpa gas dan merkuri. Konsumen rumah tangga di negara maju seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang, sudah banyak menggunakan lampu jenis ini.(**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: