Siswa MA Mogok Sekolah

Siswa MA Mogok Sekolah

\"PuluhanLAIS, BE – Sebanyak 63 siswa di Madrasyah Aliyah Kecamatan Lais, Bengkulu Utara, menggelar aksi mogok sekolah. Pasalnya pada hari Senin (10/2) kemarin, tidak ada satupun siswa yang masuk sekolah. Kepala sekolah ketika dikonfirmasi mengaku awalnya tidak tahu penyebab anak didik mereka menggelar aksi mogok belajar tersebut. \"Saya sama sekali tidak tahu menahu aksi apa yang dilakukan siswa ini, tiba-tiba saja sekolah sepi dan siswa mogok sekolah,\" ungkap Kepala MA, Dedi Harlian SPd. Hanya saja, dugaan kuat aksi mogok ini dilatarbelakangi puluhan siswa kelas 1,2 dan 3 menolak Dedi Harlian SPd menjadi kepala sekolah. Dedi Harlian yang sebelumnya mengajar Geografi di MA tersebut, memang  baru 1 minggu diangkat menjadi kepala sekolah menggantikan kepala sekolah sebelumnya yang pindah ke Kecamatan Ketahun, yakni Abu Bakar SPd. \"Kalau terkait itupun (menolak kepsek) saya tidak tahu, tapi kok baru hari ini mereka seperti ini.  Minggu belakangan lalu KBM berjalan normal,\" katanya. Sebab itu Dedi bersama rekan guru lainnya akan mencoba mencari tahu penyebab mogoknya para siswa ini dengan mendatangi kediaman siswa tersebut. Sementara humas sekolah, Redo Kuriniawan juga mengau tidak mengetahui apa alasan siswa mogok sekolah, sehingga ia mengimbau kepada orang tua siswa untuk hari ini menyerahkan siswanya kembali sekolah, jika memang ada yang menjadi keluhan silakan disampaikan secara demokrasi ke pihak sekolah. \"Kalau tiba-tiba saja mogok seperti ini, kita tidak tahu apa keluhannya, kami harapkan orang tua siswa menyerahkan siswa ke sekolah dan siswa hari ini segera sekolah,\" himbaunya. Terkait adanya isu yang mengatakan siswa melakukan aksi tersebut dikarenakan bentuk protes karena tidak suka dengan kepala sekolah baru, yang sifatnya sedikit arogan, ia juga mengakui tidak mengetahuinya, sehingga akan mencoba mendatangi rumah siswa yang berada di dekat sekolah. Hal serupa dikatakan Komite sekolah, Mulhadi SPd bahwa dirinya juga tidak mengetahui apa penyebab siswa mogok sekolah, karena diketahui selama ini sekolah tersebut baik-baik saja. \"Saya akan adakan rapat kepada dewan guru dan kepala sekolah, untuk mencari tahu apa penyebab semua ini, hari ini jika memang siswa sekolah, juga akan kita bicarakan,\" katanya. Terpisah, Kepala Kemenag kabupaten BU, Bustasar SAg MPd mengaku sudah mendapatkan informasi terkait isu yang siswa tidak menyetujui kepala sekolah baru tersebut menjadi  kepala MA. Sebab itu pihaknya mencoba menyelesaikannya secara baik-baik, dan tidak akan menggantikan kepala sekolah yang baru dengan yang lain, karena baru saja melakukan pelantikan. \"Saya yakin hanya ada kesalahpahaman saja, dan saya akan coba menyelesaikannya, mencari jalan terabaiklah,\" demikian Bustasar.(117)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: