Tak Lulus CPNS, Honorer Dipecat

Tak Lulus CPNS, Honorer Dipecat

BENGKULU, BE - Ratusan honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terancam diberhentikan, jika tidak lulus tes CPNS kategori Dua (K2) yang akan diumumkan 24 Januari ini. Pemberhentian para honorer itu dengan disahkannya Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh DPR RI pada Desember 2013 lalu. Honorer yang terancam diberhentikan itu tidak hanya honorer Kategori Dua (K2), melainkan semua honorer yang terdapat hampir di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu \"Dalam undang-undang tersebut, tidak ada lagi yang namanya honorer. Yang ada adalah pegawai tidak tetap (PPT) yang diikat dalam bentuk kontrak,\" ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Tarmizi BSc SSos kepada BE, kemarin. Terkait dengan nasib para honorer jika tidak lulus tes yang digelar 3 November lalu, Tarmizi pun mengaku belum mendapatkan petunjuk teknis dari KemenPAN-RB. Namun pihaknya akan tetap mempertimbangkan para honorer tersebut berdasarkan lama mengabdi dan beban hidup yang ditanggungnya. Jika langsung diberhentikan, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. \"Kita tunggu saja, mungkin nanti akan ada kebijakan baru,\" sambungnya. Namun menurutnya, PTT yang direkrut itupun bukan tenaga bantua biasa yang hanya tamatan SMA atau Sarjana yang tidak memiliki keahlian, melainkan tenaga khusus yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kinerja. Proses seleksinya sangat ketat, yakni melalui tes secara terbuka yang bisa diikuti oleh semua orang yang memenuhi kriteria atau ketentuan yang dibutuhkan. \"Yang berhak mendaftar nanti adalah yang memenuhi syarat, dan jumlah yang akan direkrutpun berdasarkan hasil analisa kebutuhan,\" ujarnya. Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sis Rahman SE MM mengaku setuju dengan penghapusan  honorer tersebut. Menurutnya, honor selama ini banyak direkrut dengan cara yang tidak benar, sehingga anggaran yang dimiliki SKPD pun terkuras untuk membayar gaji para honorer tersebut. Kendati demikian, ia meminta pemerintah selektif menghapuskan honorer tersebut, seperti mempertimbang ulang terhadap honorer yang masa kerjanya diatas 5 tahun atau lebih. \"Kalau yang baru-baru itu silahkan dihapus, sedangkan yang sudah lama perlu kajian mendalam lagi. Karena mereka sudah memiliki tanggungjawab untuk menghidupi keluarganya masing-masing,\" ujarnya. Ia mengaku, penghapusan honorer tersebut bukan bertujuan untuk menghilangkan pekerjaan orang, namun lebih kepada efektifitas dan efesiensi  penggunaan anggaran belanja SKPD atau sekretariat pemerintahan. \"Pada prinsipnya  keberadaan honorer itu hanya membuat PNS menjadi malas, karena semua pekerjaan dilimpahkan kepada honorer. Itu artinya, perekrutan honorer bukan untuk meningkatkan kinerja,\" terangnya. Disisi lain, Politisi gerindra ini pun sangat mendukung rencana perekrutan dilakukan melalui seleksi terbuka yang jumlah penerimaannya sesuai dengan kebutuhan. \"Kalau itu malah bagus, bukan tidak asal rekrut saja melainkan memang tenaga pegawai tidak tetap itu sangat dibutuhkan. Selain itu, jumlah yang direkrutpun tidak akan mencapai ratusan orang,\" tukasnya. Hitung Kebutuhan CPNS Seiring dipastikannya pembukaan rekrutmen CPNS oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) pada tahun ini, Pemerintah Kota Bengkulu melakukan perhitungan terhadap kebutuhan CPNS dilingkungan lembaganya. Perhitungan ini dilaksanakan dengan seksama dan diharapkan dapat selesai sebelum proses teknis rekrutmen CPNS 2014 dimulai pada bulan Maret mendatang. \"Saat ini masih kita kaji melalui analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK),\" kata Sekretaris Daerah (Sesda) Kota Bengkulu, Drs H Yadi MM, kemarin. Data terhimpun, kebutuhan CPNS baru di Pemerintah Kota Bengkulu cukup besar. Hal ini tampak dari minimnya jumlah staf PNS yang ada di kelurahan. Setiap pejabat Eselon IV di kelurahan setidaknya harus memiliki 2 orang staf. Dari segi ini, setidaknya dibutuhkan 50 CPNS baru. Data ini belum termasuk dengan telah dipensiunkannya 205 PNS pada tahun 2013 yang lalu. \"Kalau kesimpulannya nanti kita memang perlu menambahkan, maka kita usulkan,\" ungkap Sesda. Disisi lain, Pemerintah Kota juga segera meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu. Sebanyak 60 PNS fungsional yang bekerja di Puskesmas akan ditarik untuk mengoperasionalkan rumah sakit ini. Kebutuhan CPNS baru juga diperlukan untuk menambah pegawai Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu untuk mengawasi peredaran truk batubara yang seringkali secara diam-diam melintasi jalanan kota. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bengkulu, Drs H Muhammad Husni MSi, senada dengan hal itu mengungkapkan, anjab dan ABK mereka laksanakan bersama-sama dengan Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Kota. Pihaknya juga sedang berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk memastikan perihal rekrutmen CPNS tahun 2014 ini. \"Karena sejauh ini kita belum menerima salinan keputusana itu secara resmi,\" tuturnya. (009/400)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: