Honor Guru Ngaji Dikurangi

Honor Guru Ngaji Dikurangi

RATU SAMBAN, BE - Minimnya anggaran yang dimiliki oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI membuat jatah bagi para guru ngaji yang tergabung dalam Penyuluh Agama Honorer (PAH), berkurang. Padahal sebelumnya, oleh Kemenag Kota Bengkulu, jumlah ini semula diharapkan dapat bertambah. \"Tahun ini kami usulkan ada penambahan.  Namun yang diakomodir justru berkurang,\" kata Kepala Kemenag Kota Bengkulu Drs H Zainal Abidin MH didampingi Kepala Seksi Bimas Drs Mahasurman MHi saat dijumpai di ruang kerjanya, kemarin. Dijelaskannya, bila pada tahun lalu penerima dana ini ditujukan bagi 344 orang PAH di seluruh masjid yang ada di Kota Bengkulu yang mempunyai TPQ, maka pada tahun ini jumlah tersebut ditujukan hanya bagi 210 orang. \"Tahun ini jumlahnya berkurang sampai 134 orang. Jumlah ini hasil pendataan kami terhadap 400 lebih masjid yang tersebar di seluruh Kota Bengkulu. Tapi soal kuotanya sudah ketentuan dari pusat,\" imbuhnya. Pendataan ini, sambungnya, sudah dilakukan sejak bulan Februari yang lalu. Dari data yang sudah ada ini, sebagian besarnya sudah disampaikan kepada Kemenag RI. \"Tapi belum bisa kita laksanakan. Sebab, dananya belum cair hingga saat ini. Kapan cairnya? Belum ada informasi sejauh ini,\" imbuhnya. Apabila dana tersebut cair, kata Mahasurman, pihaknya akan melanjutkan pendataan. Ia mempredikasikan, pada tahap pertama, dana ini akan cair pada sekitar bulan Juni nanti.  \"Berdasarkan data penerima tahun lalu, maka penerima bantuan dana PAH akan dikerucutkan sehingga hanya menjadi 210 orang penerima. Dan mereka akan diseleksi lagi, agar bantuan dana PAH tepat sasaran, percuma kalau ternyata yang menerima bantuan itu tidak mengajar ngaji lagi, sementara yang benar-benar mengajar tidak dapat,” pungkasnya. (009)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: