Siap Risiko! Ini Suka Duka Mengikuti Program Hamil

Siap Risiko! Ini Suka Duka Mengikuti Program Hamil

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah program kehamilan yang proses pembuahannya dilakukan di luar tubuh, tepatnya di dalam sebuah tabung.--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Tidak sedikit pasangan yang akhirnya harus mengikuti program hamil atau promil setelah sekian lama mencoba untuk mendapatkan buah hati. Jika kamu dan suami adalah salah satunya, ada baiknya mengetahui lebih dahulu suka dan duka yang mungkin akan kalian jalani.

Bagi sebagian pasangan, kehamilan memang bisa terjadi dengan mudah. Namun pada sebagian lainnya, dibutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran yang lebih demi berhasil hamil. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kehamilan adalah mengikuti program hamil.

BACA JUGA:Mie Instan atau Nasi, Mana yang Lebih Cepat Membuat Gemuk?

Mungkin banyak yang mengira program hamil adalah cara cepat dan mudah untuk hamil. Prosesnya pun menggunakan obat-obatan dari dokter dan alat-alat yang canggih. Namun, di balik kecanggihan tersebut, ada banyak hal lain yang perlu kamu ketahui.

Ini program hamil untuk Segera Memiliki Anak
Bila kamu dan suamimu mengalami kesulitan dalam mendapatkan momongan dan kemudian berkonsultasi dengan dokter, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu guna mengetahui kondisi kesehatan dan kesuburan kalian berdua.

BACA JUGA:Jangan Lupa Saksikan Penampilan Geisha di Launching All New Honda Beat Malam Ini

Jika dari pemeriksaan tersebut dokter menemukan adanya gangguan kesuburan atau suatu penyakit pada dirimu atau suamimu yang diduga menyebabkan kamu susah hamil, dokter akan mendahulukan penanganan masalah ini. Penanganan bisa berupa pemberian obat atau tindakan operasi.

Bila kondisi kamu dan suamimu sudah dalam keadaan sehat dan dinilai siap untuk menjalani promil, biasanya dokter akan menganjurkan kalian untuk melakukan cara alami terlebih dahulu, yaitu dengan rutin melakukan hubungan seksual dan memperhatikan masa subur.

Namun, jika cara alami ini belum juga membuahkan hasil dan justru membuatmu merasa tertekan, program hamil bisa segera dilakukan. Ada 2 program hamil yang mungkin ditawarkan oleh dokter, yaitu:

BACA JUGA:Ini Dia Pilihan Makanan yang Aman untuk Penderita Diabetes

Bayi tabung
Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah program kehamilan yang proses pembuahannya dilakukan di luar tubuh, tepatnya di dalam sebuah tabung. Oleh karena itu, tentunya harus dilakukan pengambilan sperma dan sel-sel telur secara langsung. Sperma bisa didapatkan melalui masturbasi, tetapi sel telur sejatinya tidak untuk dikeluarkan dari tubuh. Jadi, untuk bisa mendapatkan sel telur maka diperlukan manipulasi dengan obat-obatan terlebih dahulu.

Untuk merangsang tubuh menghasilkan sel telur yang banyak, dokter akan melakukan suntik hormon. Prosedur ini bisa menimbulkan banyak efek samping, seperti kenaikan berat badan, perut kembung, mood swing, sakit kepala, dan munculnya memar-memar pada kulit. Banyak wanita yang merasa proses ini sangat berat untuk dilalui. Selain itu, di tengah proses ini, bukan tidak mungkin dokter menyarankan untuk menunda IVF terlebih dahulu. Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya adalah kurangnya sel telur yang dihasilkan setelah suntik hormon.

BACA JUGA:Ini Arti Tinggi dan Rendahnya Kadar Gula Darah dalam Tubuh

Bila sel telur yang dihasilkan banyak dan memungkinkan untuk diambil, kamu akan menjalani prosedur pengambilan telur dengan operasi. Umumnya kamu akan dibius, sehingga tidak akan merasakan sakit. Namun, setelah operasi selesai, kamu mungkin akan merasakan nyeri dan kram di perut.

Setelah beberapa sel telur diambil, mereka akan disatukan dengan sperma di dalam tabung dan kemudian membentuk beberapa embrio. Embrio-embrio ini selanjutnya akan dimasukkan ke dalam rahim. Biasanya, embrio yang dimasukkan berjumlah 2–3.

Embrio akan dipantau selama 2 minggu lamanya dan setelah itu kamu akan diminta untuk melakukan tes kehamilan. Masa menunggu hasil ini tentu bisa membuat kamu dan suamimu tertekan karena perjalanan menuju ke tahap ini sudah cukup panjang dan tidaklah mudah. Selain itu, tak sedikit pasangan yang harus menelan pil pahit karena embrio mereka tidak berkembang menjadi calon janin.

BACA JUGA:Manfaat Gula Merah Tidak Bisa Dianggap Remeh bagi Penderita Diabetes

Inseminasi buatan
Inseminasi buatan adalah program hamil dengan cara memasukkan sperma langsung ke dalam rahim pada saat ovulasi berlangsung dengan menggunakan kateter. Sperma akan diambil dari suamimu pada hari prosedur Inseminasi dilakukan. Pada program Inseminasi buatan, ovulasi atau pelepasan sel telur juga bisa dirangsang dengan obat-obatan yang sama seperti IVF. Jadi, kamu juga bisa mengalami efek samping yang tidak nyaman dari obat-obatan ini.

Umumnya, promil jenis ini aman dan berisiko kecil menyebabkan komplikasi. Namun, karena menggunakan kateter, proses ini bisa menimbulkan perdarahan pada vagina. Meski demikian, perdarahan tersebut tidak akan berpengaruh pada proses Inseminasi buatan.

Setelah menjalani Inseminasi buatan, selanjutnya mungkin kamu akan diberikan progesteron yang dimasukkan melalui vagina. Ada beberapa efek samping yang berisiko kamu alami, mulai dari kram perut, pusing, sakit kepala, bahkan hingga depresi.

BACA JUGA:Cegah Gula Darah Rendah Sejak Dini dengan Cara Ini

Untuk mengetahui hasilnya apakah berhasil atau tidak, kamu harus bersabar dan menunggu sekitar 2 minggu. Sambil menunggu, perbanyaklah berdoa dan melakukan hal-hal positif. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin bahwa inseminasi buatan yang kamu lakukan berbuah manis.

Menjalani program hamil memang bukanlah hal yang mudah dan bisa sangat menguras emosi. Ada banyak hal yang harus dilalui secara fisik maupun mental selama program ini, terutama bagi wanita. Namun, bukan berarti suamimu tidak ikut merasakan dampaknya, ya.

Baik bayi tabung ataupun inseminasi buatan sama-sama memerlukan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, melihatmu harus menjalani beban yang lebih berat selama program juga bisa membuat suamimu merasa bersalah dan terbebani secara mental.

BACA JUGA:Meskipun Rajin Sedekah, Namun Bisa Masuk Neraka, Inilah Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: