Ini Dia Ciri-Ciri Bayi Alergi Sabun Mandi

Ini Dia Ciri-Ciri Bayi Alergi Sabun Mandi

Munculnya ruam atau benjolan merah kecil bisa menjadi gejala alergi. --

BENGKULUEKSPRESS.COM - Memandikan bayi adalah momen yang menyenangkan. Setelah mandi, bayi tentu saja akan terlihat segar, harum, dan lebih menggemaskan. Tetapi bagaimana jika kamu melihat bintik-bintik merah di kulitnya setelah ia dimandikan? Bisa jadi itu salah satu dari ciri-ciri bayi alergi sabun mandi.

Selain ciri-ciri tersebut, ada beberapa ciri lainnya yang perlu kamu ketahui. Lalu bagaimana cara mengatasinya alergi sabun mandi pada bayi? Yuk simak penjelasan di bawah ini agar kamu tahu detailnya!

BACA JUGA:Tips Mudah Ternak Ayam Kampung, Ini 4 Tipe Kandang Terbaik

Ciri ciri bayi alergi sabun mandi
Reaksi alergi bervariasi pada setiap bayi. Ada bayi yang mengalami reaksi ringan, ada yang berat, tergantung pada sensitivitas kulitnya. Berikut ciri-ciri alergi sabun bayi yang perlu kamu ketahui.

1. Ruam kemerahan
Munculnya ruam atau benjolan merah kecil bisa menjadi gejala alergi. Bayi di bawah 6 bulan lebih mungkin mengalami ruam di kulit kepala, wajah, dan dahi. Pada usia 6 bulan hingga 1 tahun, bayi yang mengalami alergi sering mengalami ruam pada lutut dan siku.

2. Gatal-gatal
Coba perhatikan, apakah bayimu sering menggaruk bagian tertentu di kulitnya? Ini bisa jadi salah satu ciri-ciri bayi alergi. Ketika bayi mengalami alergi, sel-sel dalam tubuhnya melepaskan zat kimia histamin yang menyebabkan rasa gatal.

BACA JUGA:Doa Agar Jerawat Hilang, Sehingga Kita Tak Perlu Minder Lagi

3. Kulit kering
Kulit kering dan bersisik juga merupakan tanda bahwa bayi memiliki alergi. Kondisi ini merusak kulit bayi, apalagi jika tergores. Sabun dapat menjadi penyebabnya jika gejala di atas muncul segera setelah bayi dimandikan dengan sabun. Jika kasusnya demikian, kamu harus segera mengganti sabun yang dipakai dengan sabun bayi yang lebih alami dan lembut.

Tips memilih sabun bayi yang aman
Selain hal di atas, memilih sabun bayi yang tepat juga dapat mencegah kekeringan dan iritasi pada kulit sensitif bayi. Kamu disarankan memilih sabun bayi yang mengandung bahan-bahan ringan dan dapat menjaga keseimbangan pH kulit bayi.

Berikut beberapa kriteria dalam memilih sabun bayi:

Mengandung Gliserin
Skincare bayi dengan kandungan gliserin cenderung melembabkan kulit bayi. Dengan kandungan gliserin yang cukup, sabun tersebut bisa mencegah kulit kering dan peradangan.

BACA JUGA:Beragam Khasiat Putih Telur yang Bisa Didapatkan Tubuh

pH seimbang
Penting juga untuk memastikan bahwa pH sabun bayi seimbang. Carilah sabun mandi bayi dengan pH yang seimbang dan sesuaikan agar mendekati pH kulit bayi. Hal ini akan membantu melindungi kesehatan lapisan kulit bayi. .

Hypoallergenic
Jika dalam kemasan sabun bayi terdapat keterangan “hipoalergenik”, berarti produk tersebut memiliki risiko yang rendah untuk menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Pilihlah sabun mandi dengan keterangan tersebut.

Bebas pewangi berbahaya dan alkohol
Untuk menghindari risiko iritasi kulit bayi, kamu disarankan memilih sabun bayi yang tidak mengandung pewangi atau alkohol berbahaya. Kedua kandungan ini terlalu keras untuk kulit bayi yang sensitif.

Bebas paraben
Paraben sering digunakan sebagai pengawet untuk mencegah kontaminasi bakteri dan jamur pada produk-produk tertentu. Namun, perlu diketahui bahwa produk yang mengandung paraben memiliki risiko tinggi dalam memicu sel kanker.

BACA JUGA:Jangan Lewatkan Nobar Timnas Indonesia Vs Uzbekistan di Simpang Skip, Lalu Lintas Dialihkan Pukul 18.30 WIB

Hindari produk dengan label antibakteri
Kandungan ini tidak umum pada produk khusus bayi. Meski tampaknya membantu menjaga kesehatan kulit pada bayi, ternyata penggunaan sabun antibakteri pada bayi ternyata bisa menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, jangan lupa pilih sabun bayi untuk kulit sensitif, bukan sabun bayi antibakteri.(**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: