Gus Baha, Begini Cara Mandi Junub yang Benar Agar Sah!

Gus Baha, Begini Cara Mandi Junub yang Benar Agar Sah!

tutur Gus Baha, salah satu syarat mandi junub adalah jangan ada sesuatu di tubuh yang disebut yughoyyiru ma (mengubah)-Bengkulu Ekspress-Istimewa

BENGKULUEKSPRESS.COM - Mandi junub merupakan sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui, sebab berkaitan dengan sah atau tidaknya suatu ibadah. Menurut Gus Baha, saat Mandi junub, tidak boleh ada sabun atau sampo terlebih dahulu sampai selesai.

Sebab, lanjut Gus Baha, sampo atau sabun akan berpotensi mengubah sifat air, sehingga dapat menyebabkan tidak sah. “Syaratnya mandi atau wudhu itu jangan ada di tubuh sesuatu yang mengubah air, misal sabun, sampo atau yang lainnya,” ujar Gus Baha.

BACA JUGA:Ingin Menjadi Orang yang Berwibawa, Gus Baha Minta Amalkan Ini

“Makanya kayak orang mandi junub itu banyak yang salah, jadi 1 ciduk air lansung pakai sampo,” sambungnya.

Oleh karena adanya sabun dan sampo itulah kemudian air berikutnya tidak bisa menghilangkan hadas besar. “Berarti semua air ini tidak bisa menghilangkan hadas besar, karena posisi air yang ke seluruh tubuh berbau sampo,” Untuk mandi junub, beber Gus Baha, sebaiknya menggunakan air bersih hingga selesai, kemudian baru memakai sampo.

“Tapi kalau kamu pakai sampo dulu, kalau rambutnya banyak, maka potensi air yang menyebar sudah menjadi mutagoyyir,” jelas Gus Baha.

BACA JUGA: Amalkan Doa Ini, Daganganmu Akan Laris Manis!

Cara Menghilangkan Hadas Besar

Oleh sebab itu, tutur Gus Baha, salah satu syarat mandi junub adalah jangan ada sesuatu di tubuh yang disebut yughoyyiru ma (mengubah). Gus Baha juga menjelaskan cara yang benar agar dapat menghilangkan hadas besar.

“Ketika waktu mandi junub dari kepala, ya sudah kepala itu awwalul gushli. Kalau kamu siram wajah dulu, ya wajah awwalul gushli,” kata Gus Baha.

Begitupun ketika orang mandi dada dulu, disiramkan di dada saat pertama kali, berarti dada itu disebut awwalul gushli. “Pokoknya yang setiap bersamaan niat, awwalul fardhi, paham ya, jadi bebas. Semua bentuknya awal bebas, cuma apapun pilihan Anda, langsung dibersamai niat,” beber Gus Baha.

BACA JUGA:5 Weton Ditakdirkan Paling Cepat Kaya dan Sulit Bangkrut

Gus Baha menegaskan sesuatu yang tidak dibarengi dengan niat, maka hal tersebut tidak dihitung sebagai mulai fardhu.

“Misalnya ada orang junub, terus ada sisa-sisa mani langsung dia mandi junub disiram, kan, air yang melewati mani tadi potensinya menjadi mutaghoyyir (berubah) karena mani tadi,” tutur Gus Baha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: