WASPADA! Penyakit Lato-lato Serang Ratusan Sapi

WASPADA! Penyakit Lato-lato Serang Ratusan Sapi

Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang disebut juga sebagai lato-lato terus menyebar di berbagai daerah-Bengkulu Ekspress-Istimewa

BENGKULUEKSPRESS.COM - Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang disebut juga sebagai lato-lato terus menyebar di wilayah Gunungkidul. Penyakit yang menyerang hewan ternak seperti sapi ini telah tersebar di 18 kecamatan di Gunungkidul.

Retno Widiastuti, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengendalikan penyakit tersebut yang menyerang sapi milik warga.

BACA JUGA:Game Penghasil Saldo DANA Ini Bisa Hasilkan Rp300.000 Tiap Hari, Yuk Cobain!

Saat ini, sudah terdapat 680 sapi yang terjangkit penyakit dengan tanda-tanda bentol di kulit. Ada empat sapi yang sudah mati akibat penyakit tersebut.

“Perkembangan kasus ini menyebar pesat. Sebanyak empat ekor dilaporkan mati dan 676 sapi lainnya masih dalam perawatan,” terang Retno.

Penyebaran LSD hampir merata di seluruh wilayah Gunungkidul, kecuali di Kapanewon Paliyan yang belum melaporkan adanya kasus.Temuan kasus terbanyak berada di Kecamatan Ngawen dengan 220 kasus, Gedangsari ada 174 kasus dan Nglipar 81 kasus.

BACA JUGA:Puluhan Ekor Sapi di Mukomuko Terserang Virus LSD, Penyakit Kulit yang Picu Kematian

Sementara itu, 14 kecamatan lainnya memiliki kasus yang bervariasi mulai dari satu hingga 66 kasus. Upaya pendataan dan pengawasan terus dilakukan sebagai bagian dari pencegahan penularan yang lebih luas.

Meskipun jumlah kasus terus bertambah, ketersediaan obat untuk sapi terjangkit LSD masih aman. “Tetapi, vaksinasi masih menunggu pengiriman dari Pemerintah Pusat,” kata Retno.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan kandang untuk mengurangi risiko penularan.

“Jadi langkah terbaiknya adalah dengan menjaga kebersihan, hewan penyebab penyakit seperti lalat, catak, maupun nyamuk dipastikan tidak mendekat ke area kandang. Sehingga risiko penularan bisa berkurang,” katanya.

BACA JUGA:Waspada Penyakit LSD, Serang Sapi dan Kerbau

Pihaknya juga menekankan kepada peternak untuk rajin mengecek kondisi sapi milik mereka. Pemkab meminta masyarakat dan juga peternak segera melaporkan kepada dinas terkait untuk segera mendapat assesmen.

“Jika masyarakat mendapati hewan ternak dengan gejala LSD, diminta segera melapor kepada petugas agar dapat ditangani secepatnya,” ungkapnya. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: