Tangkal Virus Korona di Jalur Pelabuhaan

Tangkal Virus Korona di Jalur Pelabuhaan

Pelindo periksa Kapal

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Penyebaran virus korona tidak hanya dicegah melalui Bandara Fatmawati Bengkulu, namun juga dicegah pada jalur pelabuhaan laut. PT Pelindo II Bengkulu akan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhaan (KKP) untuk pemeriksaan semua kapal asing yang masuk ke Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu.

General Manager (GM) PT Pelindo II Cabang Bengkulu, Silo Santoso mengatakan, pihaknya akan membuat tempat karantina kapal yang ingin masuk pelabuhaan. Lokasi karantina yang berada di tengah laut itu, untuk memastikan semua ABK dan kapten kapal benar-benar bersih dari virus korona yang berasal dari negara China tersebut.

“Kapal asing masuk, kita karantina dulu. Cek kesehatannya semua, baru dilakukan tidakan lain,” terang Silo kepada BE, usai melakukan coffe morning bersama mitra, di kantor PT Pelindo II Bengkulu, kemarin (30/1).

Dikatakannya, cek kesehatan semua ABK dan kapten laut itu dilakukan juah dari wilayah pelabuhaan. Hanya saja, titik lokasi karantina itu, pihak PT Pelindo masih mencari lokasi yang tepat. Agar semua kapal nantinya, mengatahui, tempat berhentinya sementara, sebelum masuk pelabuhaan. “KKP sudah meminta lokasi karantina. Nanti kita siapkan,” tambahnya.

Silo mengatakan, kapal asing yang masuk Bengkulu, asal Negara China sampai saat ini belum ada. Namun kapal dari negara lain yang mayoritas mengangkut barang maupun pengakut batu bara juga banyak. Seperti dari Negara India, Singapura dan beberapa negara tetangga lainnya. “Paling banyak kapal ke Bengkulu itu kapal antar pulau. Kalau dari luar ada tidak banyak, tapi dari China tidak ada,” beber Silo.

Sementara itu, tarkait banyaknya pekerja asal negara China di lokasi pembangunan PLTU 2x100 megawatt, Silo mengatakan, saat ini pekerja itu sudah dibatasi untuk tidak keluar terlebih dahulu dari area kerja. Hal itu dilakukan, sampai virus korona di China benar-benar tidak ada lagi. “Kita sudah koordinasi dengan pihak PLTU, untuk antisipasi keluarnya pekerja juga dibatasi,” paparnya.

Untuk semua karyawan dan direksi PT Pelindo II Bengkulu, Silo mengatakan, pihaknya telah mewajibkan semua pekerja untuk menggunakan masker. Sebab, pihaknya sudah menyediakan masker, untuk dipakai selama bekerja. Dengan demikian, dugaan penyebaran virus korona tidak terjadi di Bengkulu. “Setiap petugas kita wajibkan pakai masker,” ungkap Silo.

Disisi lain, dalam coffe morning bersama mitra itu, PT Pelindo II juga membagikan bantuan CSR kepada masyarakat yang membutuhkan. CSR itu dalam bentuk bantuan korban bencana alam, pembangunan bedah rumah sebanyak dua unit di Kabupaten Kaur. “CSR-nya tidak banyak kita berikan, karena masih terbatas. Kedepan kita upayakan untuk banyak lagi menyalurkan CSR,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Dedi Ermansyah mengatakan, satu orang pasien yang diduga terkena virus korona itu masih belum pasti. Sebab, tim medis masih melakukan uji lab, kebenarnnya. “Ini masih diduga, belum final,” terang Dedi.

Untuk itu, wagub meminta masyarakat untuk tidak panik atas hal tersebut. Namun demikian, peningkatan kewaspadaan tetap harus dilakukan. Karena virus korona ini memang dinilai bahaya dengan melanda semua kota di China. “Tetap waspada dan pelajari semua cara, dalam mengatasi virus ini. Kita doa bersama, agar virus ini tidak ada di Bengkulu,” tutupnya. (151)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: