Banner HONDA

3 Tips Dekat dengan Remaja di Era AI, Manfaatkan Fitur ChatGPT

3 Tips Dekat dengan Remaja di Era AI, Manfaatkan Fitur ChatGPT

Psikolog Pritta Tyas membagikan tips dampingi remaja menggunakan AI secara bijak.--

Untuk mengatur fitur tersebut, orang tua dapat membuka Setelan di ChatGPT, masuk ke Pengawasan Orang Tua, kemudian memilih Tambah anggota keluarga. Setelah akun terhubung, pengaturan dapat disesuaikan melalui akun remaja.

2. Bekali Remaja dengan Pemahaman tentang Privasi Digital

Kebiasaan menggunakan AI juga perlu disertai pemahaman tentang keamanan informasi. Orang tua dapat menjelaskan bahwa data pribadi, kata sandi, dan informasi sensitif tidak seharusnya dibagikan sembarangan saat menggunakan layanan digital.

Selain privasi, remaja perlu memahami keterbatasan AI. Jawaban yang dihasilkan tidak selalu benar sehingga informasi penting, terutama yang berkaitan dengan tugas atau keputusan tertentu, perlu diperiksa melalui sumber tepercaya.

ChatGPT memiliki pengaturan yang memungkinkan orang tua menyesuaikan pengalaman penggunaan bagi remaja. Mode Suara dan fitur pembuatan gambar dapat dinonaktifkan sesuai kebutuhan. Pengaturan penyaringan konten sensitif juga dapat disesuaikan untuk membantu mengurangi paparan materi yang tidak sesuai.

Pengaturan tersebut dapat diakses melalui Setelan dan Pengawasan Orang Tua. Setelah memilih akun remaja, orang tua dapat menyesuaikan fitur yang ingin dibatasi.

Meski demikian, pembatasan teknis bukan satu-satunya cara untuk menjaga keamanan anak. Orang tua juga perlu menjelaskan alasan di balik pengaturan tersebut sehingga remaja memahami risiko yang ingin dihindari dan belajar mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Orang tua dapat membuka Setelan > Pengawasan Orang Tua, lalu memilih akun remaja untuk menonaktifkan Mode Suara dan pembuatan gambar, serta menyesuaikan pengaturan penyaringan konten sensitif.-Open Ai-

3. Gunakan Pertanyaan Sederhana untuk Memulai Diskusi tentang AI

Tidak semua percakapan tentang teknologi harus berlangsung serius. Orang tua bisa memulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian anak.

Pertanyaan seperti “AI membantu kamu mengerjakan tugas apa hari ini?”, “Pernah mendapat jawaban yang menurutmu aneh?” atau “Bagaimana kamu memastikan jawaban AI itu benar?” dapat membuka diskusi tanpa membuat remaja merasa sedang diperiksa.

Dari percakapan sederhana itu, orang tua bisa mengenali cara anak menggunakan AI sekaligus mengajak mereka menimbang manfaat dan risikonya.

Untuk membantu keluarga membangun kebiasaan berdiskusi, OpenAI menghadirkan PandAI (Panduan Praktis AI) untuk Keluarga. Panduan ini dirancang untuk membantu orang tua dan anak membicarakan AI, menetapkan batasan yang sehat, serta memahami penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

OpenAI juga memperkenalkan Kartu mAIn, kartu pemantik percakapan interaktif yang dapat digunakan keluarga untuk membahas AI dengan cara yang lebih menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kedua sumber tersebut dapat menjadi sarana bagi orang tua untuk mengenalkan AI sekaligus membangun ruang diskusi yang terbuka di rumah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: