DPR Resmi Sahkan APBN 2027, Pendapatan Negara Ditargetkan Rp3.400 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kepada Presiden bahwa proses Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 telah selesai dibahas dan disepakati bersama DPR-disway-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Dalam rapat tersebut, Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kepada Presiden bahwa proses Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 telah selesai dibahas dan disepakati bersama DPR.
"Saya melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa kemarin kami telah menyelesaikan proses RAPBN 2027, dan telah menyampaikan kepada Bapak Presiden kemarin paripurna berjalan lancar, dukungan dari DPR sangat-sangat konkret dan sangat-sangat jelas," kata Suahasil.
Suahasil mengatakan pemerintah menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 mencapai lebih dari Rp3.400 triliun. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan menembus Rp4.100 triliun.
BACA JUGA:Misteri ‘Jeroan’ Hunian Mewah di Lapas Cibinong Terbongkar, De Jure Soroti Dugaan Korupsi
BACA JUGA:550 Imam Besar dari 39 Negara Berkumpul di Jakarta, Ini Agenda Utama IGIC 2026
"Saya melaporkan jumlah pendapatan negara yang perlu dikumpulkan dan juga jumlah belanja, jumlah pendapatan negara Rp3.400 triliun lebih, lalu kemudian juga belanja negara Rp4.100 triliun lebih," ujarnya.
Selain RAPBN 2027, rapat tersebut membahas langkah pemerintah untuk menjaga kondisi perekonomian dalam jangka pendek.
Salah satunya melalui penguatan sejumlah bantuan yang dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.
"Kemudian dalam jangka pendek, saya mengatakan kepada Bapak Presiden, melaporkan mengenai pentingnya terus menjaga kondisi ekonomi dan termasuk juga berbagai macam penguatan, bantuan-bantuan yang diperlukan untuk situasi sekarang ini, nanti Pak Menko akan menjelaskan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan arahan agar kredibilitas APBN tetap dijaga melalui penerapan efisiensi yang terukur.
Efisiensi diarahkan agar penggunaan anggaran negara dapat lebih optimal untuk kesejahteraan masyarakat, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur.
"Arahan Bapak Presiden adalah untuk terus menjaga APBN supaya tetap kredibel dan dilakukan terus efisiensi secara terukur agar yang namanya anggaran negara itu bisa betul-betul maksimum digunakan untuk kesejahteraan dan perlindungan sosial, dan juga membangun infrastruktur," ujar Suahasil.
Rapat tersebut juga membahas kebutuhan investasi yang akan ditangani Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

