Banner HONDA

Pasca Tragedi Air Bah di Lebong, Polisi Pasang Plang Larangan Mandi di Sungai Kemacek

Pasca Tragedi Air Bah di Lebong, Polisi Pasang Plang Larangan Mandi di Sungai Kemacek

PASANG : Anggota Polsek Lebong Utara Polres Lebong Pemdes dan warga memasang papan peringatan dilarang mandi di kawasan air Kemacek.-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., menginstruksikan pemasangan papan peringatan dilarang mandi di aliran Sungai Kemacek, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan keamanan masyarakat, mengingat lokasi tersebut bukan kawasan objek wisata dan memiliki potensi bahaya tinggi, terutama di tengah musim penghujan.

Instruksi ini merupakan respon cepat kepolisian atas musibah air bah yang merenggut nyawa tiga remaja, yakni Haniva Alvira (16), Aulia Febriani (16), dan Al Fahri Ramadhan (16), pada Senin sore (4/5/2026).

Kapolres menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Lemeu dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong untuk segera memberikan tanda permanen bahwa lokasi tersebut bukan tempat pemandian umum.

“Kami selalu menghimbau masyarakat untuk tidak mandi di sungai, terutama saat musim penghujan seperti sekarang. Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait agar lokasi tersebut diberi plang larangan dan ditutup bagi aktivitas rekreasi karena bukan objek wisata,” ujar Kapolres, Rabu (6/5/2026).

BACA JUGA:Antisipasi Kelelahan, Petugas Siapkan Kursi Roda bagi Jamaah Haji Bengkulu Selatan di Madinah

BACA JUGA:DPRD Bengkulu Selatan Desak Penyelesaian Konflik Agraria PT ABS di Pino Raya

Kapolres juga menekankan bahwa segala bentuk imbauan dan papan peringatan tidak akan efektif tanpa kepatuhan masyarakat. "Himbauan ini harus ditaati seluruh masyarakat tanpa terkecuali agar musibah serupa tidak terulang kembali," tegasnya.

Selain langkah administratif, pengawasan orang tua menjadi poin krusial dalam mitigasi bahaya. Orang tua diminta selalu mengingatkan anak-anak agar tidak meremehkan lokasi alam yang terpencil dan memiliki risiko air bah mendadak.

Sekedar mengingatkan, musibah terjadi pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, delapan orang remaja sedang mandi di aliran Sungai Kemacek sebelum tiba-tiba air bah menerjang. Lima orang sempat hanyut, namun dua di antaranya berhasil diselamatkan oleh rekan mereka bernama Farhan. Sementara tiga remaja lainnya terbawa arus dan ditemukan meninggal dunia dalam pencarian intensif.

Jenazah Haniva dan Aulia ditemukan sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian, sementara Al Fahri ditemukan beberapa jam kemudian pada jarak 5 kilometer dari titik awal.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: