Banner HONDA

Pencocokan Rekaman CCTV dengan Adegan Riil, Polisi Hadirkan Korban dan Saksi Kasus Pengeroyokan

Pencocokan Rekaman CCTV dengan Adegan Riil, Polisi Hadirkan Korban dan Saksi Kasus Pengeroyokan

Pencocokan Rekaman CCTV dengan Adegan Riil, Polisi Hadirkan Korban dan Saksi Kasus Pengeroyokan-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Polresta Bengkulu menunjukkan keseriusannya dalam mengusut kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di salah satu bar, Kota Bengkulu. Kasus tersebut bahkan disebut mendapat atensi langsung dari Polda Bengkulu.

Sebagai tindak lanjut, jajaran Satreskrim Polresta Bengkulu melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di THM Blackrock pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Proses olah TKP dipimpin Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat melalui Kasat Reskrim AKP Frengki Sirahit yang diwakili Kanit Pidum IPDA Asian A.S. Sitorus bersama anggota. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek Ratu Samban AKP Dendi Putra.

Tak hanya aparat kepolisian, olah TKP juga menghadirkan para pelapor, korban, hingga sejumlah saksi yang mengaku melihat langsung peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut.

Pantauan di lokasi, petugas tampak mencocokkan setiap adegan berdasarkan rekaman CCTV yang telah dikantongi penyidik. Polisi juga mengamankan sedikitnya lima kursi yang diduga digunakan pelaku untuk melempar korban saat insiden terjadi.

BACA JUGA:Diterjang Cuaca Ekstrem, Nelayan Koto Jaya Mukomuko Parkir Perahu, Stok Ikan Segar Menipis

BACA JUGA:Tembus 1,481 Ekor, Angka Kurban Sapi di Mukomuko Tetap Melonjak di Tengah Tantangan Ekonomi

Hingga berita ini diterbitkan, Polresta Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyidikan. Namun di sela kegiatan olah TKP, Kanit Pidum Ipda Asian A.S. Sitorus memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan dan penanganan perkara dilakukan secara profesional.

Sementara itu, salah satu korban, Yuendi Chrysma (30), didampingi Andrianto (41) dan Suwandi (45), memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti olah TKP.

“Kami diundang Polresta Bengkulu untuk melakukan olah TKP,” ujar Yuendi.

Yuendi menuturkan, saat kejadian dirinya bersama rekan-rekannya datang ke Blackrock hanya untuk mendampingi tamu dan mengaku tidak memiliki persoalan dengan pihak pelaku.

“Kami datang untuk menyambut tamu di Blackrock. Awalnya duduk santai di sofa sekitar pukul 22.00 WIB. Situasi awalnya aman dan biasa saja, tapi sekitar pukul 02.00 dini hari tiba-tiba kami didatangi lalu diserang,” ungkapnya.

Ia juga mengaku melihat adanya senjata tajam saat insiden berlangsung.

“Ada sajam jenis pisau. Saya mengalami luka di bagian kening dan beberapa bagian tubuh lainnya,” jelas Yuendi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait