Banner HONDA

Pandangan Terbatas Bukan Halangan, Instruktur Honda Berikan Solusi Jitu Hadapi Kabut Tebal di Jalan Raya

Pandangan Terbatas Bukan Halangan, Instruktur Honda Berikan Solusi Jitu Hadapi Kabut Tebal di Jalan Raya

--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor di tengah kondisi cuaca buruk seperti kabut tebal atau polusi asap tentu menyisakan tantangan dan risiko keselamatan yang sangat tinggi bagi pengendara. Meskipun jarak pandang menjadi sangat terbatas, mobilitas dan aktivitas rutin sebagian besar masyarakat harus tetap berjalan demi memenuhi tuntutan pekerjaan. Menyikapi fenomena alam tersebut, Astra Motor Bengkulu melalui Instruktur Safety Riding, Noval Yunaidi, turun tangan membagikan langkah-langkah taktis dan edukasi berkendara yang aman demi meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas.

Noval Yunaidi menegaskan bahwa kunci utama dalam menembus jalanan berkabut dimulai dari kesiapan proteksi diri dan performa fisik berkendara yang prima. Sebelum menghidupkan mesin, pengendara wajib memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit dan sehat, serta mengenakan perlengkapan pelindung standar seperti jaket tebal, helm dengan kaca bersih, sarung tangan, sepatu, serta selalu menyediakan jas hujan di dalam bagasi. Penggunaan masker medis atau respirator juga menjadi hal yang sangat krusial pada momen ini guna melindungi sistem pernapasan dari paparan langsung debu jalanan serta kandungan gas beracun yang terbawa di dalam kabut asap.

"Faktor visibilitas dan pengaturan komponen kelistrikan motor menjadi perhatian serius berikutnya yang harus dicermati oleh setiap pengguna jalan. Saat melintasi kawasan berkabut, lampu utama sepeda motor wajib dinyalakan pada mode lampu dekat, dan sangat dilarang menggunakan lampu jauh karena pantulan cahayanya justru dapat menyilaukan sekaligus membahayakan pengendara lain dari arah berlawanan. Untuk mendukung visualisasi pergerakan di sekitar kendaraan, pemasangan kaca spion yang kokoh di kedua sisi kemudi mutlak diperlukan agar proses manuver atau berbelok tetap terpantau dengan aman," ujar Noval, Jumat (29/5/2026).

BACA JUGA:Asah Skill Berkendara Aman, Astra Motor Bengkulu Gelar Edukasi Safety Riding Bersama Pranovsky Oktarian

BACA JUGA:Motor Matic Tetap Halus dan Awet, Ini Pentingnya Ganti Oli Gear Asli Honda Secara Berkala

Selain aspek kelengkapan berkendara, Noval Yunaidi juga menjabarkan strategi pengendalian motor di atas aspal yang tertutup kabut. Pengendara diwajibkan untuk mempertahankan ritme laju kendaraan pada kecepatan yang rendah namun konstan, dengan batas ideal berkisar antara 20 hingga 40 kilometer per jam saja. Kecepatan yang melambat ini harus diimbangi dengan draf kedisiplinan menjaga jarak aman sejauh 5 detik dari kendaraan di depannya, guna memberikan ruang waktu refleks yang cukup apabila terjadi insiden pengereman mendadak.

Dalam situasi darurat seperti ini, pemanfaatan teknologi pengereman modern seperti Combi Brake System (CBS) dan Anti-Lock Brake System (ABS) yang tertanam pada lini sepeda motor Honda akan sangat membantu menjaga stabilitas motor agar tidak tergelincir. Pengendara juga diminta untuk merencanakan rute perjalanan dengan matang melalui pemetaan digital sebelum bepergian ke daerah dataran tinggi, serta tetap mempertahankan fokus dan konsentrasi penuh sepanjang jalan tanpa melibatkan distraksi gawai atau telepon genggam.

Sebagai penutup, insting sosiologis dalam berkendara juga harus dikedepankan dengan cara menghindari tindakan nekat melawan arus lalu lintas demi efisiensi waktu yang semu. Jika kepekatan kabut dirasa sudah terlalu membahayakan dan membatasi jarak pandang, pengendara sangat disarankan untuk segera menepi dan mencari area parkir resmi yang berada jauh dari ruas badan jalan utama sembari menyalakan lampu hazard sebagai penanda posisi. Jika tidak memiliki kepentingan mendesak atau rutinitas pekerjaan yang wajib, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas keluar rumah menggunakan motor hingga kondisi kualitas udara kembali pulih dan normal.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait