Penerapan WFH Diharapkan Bisa Target Hemat BBM Hingga 20%
Wagub Bengkulu, Ir Mian saat tinjau BBM di salah satu SPBU di Kota Bengkulu -foto: istimewa -
BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Indonesia menyiapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah mengantisipasi potensi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan ini masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan rencananya akan diumumkan sebelum April 2026.
Program WFH dirancang untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tanpa mengganggu produktivitas ekonomi. Pemerintah menargetkan penerapan WFH setelah Idul Fitri 2026.
Kebijakan ini berlaku untuk aparatur sipil negara (ASN), sedangkan sektor swasta hanya dianjurkan, bukan diwajibkan. Namun, layanan publik, industri, dan perdagangan tetap harus bekerja secara normal karena membutuhkan kehadiran langsung.
BACA JUGA:Dua Pantai di Bengkulu Disambangi Kapolda
BACA JUGA:Dukung Program Gerakan ASRI, Personel Polda Bengkulu Bersihkan Pantai Kualo
WFH direncanakan hanya satu hari dalam seminggu, dengan hari Jumat sebagai pilihan karena jam kerja lebih pendek dan dianggap tidak terlalu mengganggu produktivitas.
Dari sisi energi, kebijakan ini diperkirakan mampu mengurangi konsumsi BBM hingga 20 persen per hari karena berkurangnya mobilitas masyarakat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan penghematan BBM pasti akan terjadi, meski persentasenya bisa berubah tergantung harga minyak dunia.
Meski penggunaan energi berkurang, aktivitas ekonomi diprediksi tetap tumbuh, yang pada akhirnya bisa meningkatkan penerimaan pajak negara.
Secara keseluruhan, WFH satu hari seminggu ini ditujukan agar hemat energi, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah situasi global yang tidak menentu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


