Tinjau Pelayanan RSKJ, Senator Destita Soroti Kebutuhan SDM dan Fasilitas yang Masih Minim
Tinjau Pelayanan RSKJ, Senator Destita Soroti Kebutuhan SDM dan Fasilitas yang Masih Minim-foto: istimewa -
BENGKULUEKSPRESS.COM – Anggota DPD RI, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., meninjau langsung pelayanan di RSKJ Soeprapto Bengkulu, belum lama ini. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan jiwa di Bengkulu berjalan memadai dan maksimal.
Kehadirannya disambut Direktur UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Bengkulu, dr. Herry Permana, beserta jajaran manajemen.
Dalam pertemuan itu, manajemen rumah sakit meminta agar kondisi dan kebutuhan RSKJ turut disuarakan di tingkat pusat.
Direktur menyampaikan bahwa selama ini pengelolaan rumah sakit masih mengandalkan pendapatan internal karena bantuan yang diterima sangat terbatas.
Ia juga menyinggung adanya forum Asosiasi Rumah Sakit Jiwa Seluruh Indonesia serta program Rumah Damping Bahagia yang beberapa tahun lalu sempat menjadi program nasional, namun dukungan dalam bentuk bantuan masih dirasakan belum optimal.
BACA JUGA:Diskusi Soal Penyelenggaraan Haji di Bengkulu, Senator Destita Sambangi Kanwi Kemenag
BACA JUGA:Pemkot dan BPOM Periksa Takjil di Belungguk Point, Hasil Uji Negatif Bahan Berbahaya
Setelah mendengarkan masukan dari pimpinan rumah sakit, Anggota Komite III DPD RI itu menyempatkan diri melihat langsung kondisi RSJKO. Ia juga melihat langsung proses pemulihan bagi pasien yang mengalami keterbatasan mental dan mendapat sambutan positif.
Destita menyemangati dan berharap para pasien segera pulih agar bisa kembali di terima di tengah masyarakat. "Mudah-mudahan semuanya lekas sembuh ya, dan bisa kembali ke keluarga, masyarakat," ujar Destita disambut Aaminn para pasien.
Saat pindah ke sisi lain gedung/bidang Rehabilitasi Medik, Senator kembali mendapat masukan dari Kepala Ruang Instalasi Rehabilitasi Medik, Rita Doverianti, S.STM., Kes.
Destita mengungkapkan kebutuhan mendesak unitnya yakni fasilitas playground atau taman bermain anak yang sangat dibutuhkan untuk membantu membangun suasana hati anak sebelum menjalani terapi.
Menurutnya, terapi idealnya dilakukan setiap hari, namun dengan keterbatasan waktu layanan yang ditanggung BPJS hanya satu jam, kondisi psikologis anak sangat memengaruhi efektivitas terapi.
"Jadi para orang tua dan anak-anak yang menjalani terapi tidak punya ruang tunggu. Semoga dengan hadirnya Bu Senator, pimpinan dapat masukan untuk membenahi Playground tempat bermain akan," harapnya.
Selain fasilitas, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Saat ini, tenaga terapi bicara dan terapi okupasi masing-masing hanya satu orang, sementara fisioterapi hanya dua orang meski gedung cukup besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




