Banner HONDA

Molek Masuk Jurang di Jalur Lebong Tandai Bengkulu Utara, Butuh Perhatian Pemprov

Molek Masuk Jurang di Jalur Lebong Tandai Bengkulu Utara, Butuh Perhatian Pemprov

Molek Masuk Jurang di Jalur Lebong Tandai, Penumpang Selamat-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bengkulu Utara menyebabkan akses transportasi menuju Desa Lebong Tandai terganggu. Motor lori ekspres (Molek) yang menjadi sarana transportasi utama masyarakat desa tersebut dilaporkan jatuh ke jurang sedalam sekitar 20 meter setelah rel jalur Molek amblas, Rabu pagi 6 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat Molek tengah mengangkut bahan pokok dan sejumlah penumpang dari wilayah Napal Putih menuju Desa Lebong Tandai. Diduga derasnya hujan membuat kondisi tanah labil sehingga rel yang dilalui amblas dan menyebabkan kendaraan keluar jalur lalu terperosok ke jurang.

Anggota BPD Desa Lebong Tandai, H M Khairul membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan insiden dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan itu sejak beberapa hari terakhir.

“Ya benar mas, kejadian tersebut terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Lantaran curah hujan cukup tinggi, rel Molek amblas saat kendaraan mengangkut bahan pokok dari Napal Putih menuju Desa Lebong Tandai,” ujar Khairul saat dikonfirmasi, Kamis 7 Mei 2026.

BACA JUGA:100 RTLH Bengkulu Utara Diperbaiki Lewat BSPS 2026, Tahap Awal 31 Unit Segera Diluncurkan

BACA JUGA:Jelang Deadline 20 Mei, Penyaluran Dana Desa Tahap I Bengkulu Utara Capai 93 Persen

Akibat kejadian itu, seluruh muatan bahan pokok serta penumpang yang berada di dalam Molek ikut terjatuh ke dasar jurang. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Para penumpang hanya mengalami luka lecet ringan, sementara sopir Molek mengalami keseleo di bagian pinggang.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya penumpang dan sopir Molek mengalami cedera ringan. Mereka sempat dibawa ke bidan desa untuk mendapatkan perawatan medis dan saat ini semuanya dalam kondisi sehat serta rawat jalan,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu segera melakukan perbaikan jalur transportasi menuju Desa Lebong Tandai agar aktivitas masyarakat kembali aman dan lancar. Pasalnya, Molek hingga kini masih menjadi transportasi utama masyarakat untuk mengangkut kebutuhan pokok maupun hasil bumi.

Selain itu, warga juga berharap jalur darat yang sebelumnya telah dibuka melalui program TMMD dapat segera ditingkatkan kualitasnya, terutama dengan pengerasan jalan agar akses menuju desa lebih aman digunakan masyarakat, khususnya saat musim hujan tiba.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki akses menuju Lebong Tandai, baik rel Molek maupun jalur darat yang sudah dibuka melalui program TMMD. Dengan begitu masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas,” tutup Khairul.(127)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait