Jelang Idul Adha, Permintaan Hewan Kurban di Bengkulu Utara Meningkat Tajam
Salah seorang peternak di Kelurahan Kemumu mengakui jelang Idul Adha Permintaan Sapi untuj hewan kurban meningkat.-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, permintaan hewan kurban di Kabupaten Bengkulu Utara mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan harga sapi di tingkat peternak, terutama untuk jenis sapi Bali yang menjadi favorit masyarakat.
Aktivitas jual beli hewan kurban terlihat semakin ramai di kandang milik Bawor, peternak sapi di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Dalam sebulan menjelang Idul Adha, pesanan sapi terus berdatangan, tidak hanya dari wilayah Bengkulu Utara, tetapi juga dari sejumlah daerah luar kabupaten.
Menurut Bawor, sapi Bali menjadi jenis yang paling banyak dicari pembeli karena memiliki postur ideal untuk kurban, bobot yang sesuai, serta perawatan yang relatif lebih mudah dibanding jenis lainnya.
“Menjelang Idul Adha ini permintaan terus naik, paling banyak dicari sapi Bali. Pembeli bukan hanya dari Bengkulu Utara, tapi juga ada dari luar daerah. Dalam satu musim kurban, biasanya kami bisa menjual sekitar 40 sampai 50 ekor,” ujar Bawor, Minggu 3 Mei 2026.
BACA JUGA:Rumah Warga Marga Sakti Ludes Dilalap Api, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik
BACA JUGA:Kapolsek Enggano Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional di SMPN 017 dan Beri Motivasi Siswa
Meningkatnya permintaan tersebut turut mendongkrak harga jual sapi di pasaran. Jika pada hari biasa harga sapi berada di kisaran lebih rendah, kini terjadi kenaikan sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas ternak.
Saat ini, harga sapi kurban di tingkat peternak berada pada rentang Rp 16 juta hingga Rp 20 juta per ekor. Meski mengalami kenaikan cukup tajam, minat masyarakat untuk membeli hewan kurban tetap tinggi.
Bawor menilai momentum Idul Adha menjadi kesempatan besar bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan, sekaligus mendorong pengembangan usaha peternakan rakyat di Bengkulu Utara.
“Harga memang naik sekitar satu setengah sampai dua juta rupiah per ekor, tapi alhamdulillah minat masyarakat tetap tinggi. Ini jadi musim yang sangat membantu peternak,” tambahnya.
Tingginya daya serap pasar hewan kurban ini menunjukkan bahwa tradisi berkurban masyarakat masih kuat, sekaligus menjadi penggerak ekonomi musiman yang penting bagi para peternak lokal. Para peternak pun diharapkan terus menjaga kualitas ternak, kesehatan hewan, serta ketersediaan stok agar kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha dapat terpenuhi dengan baik.
“Tingginya permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha menunjukkan tradisi berkurban masyarakat masih sangat kuat. Kondisi ini juga menjadi momentum penting bagi peternak lokal untuk meningkatkan ekonomi, dengan tetap menjaga kualitas ternak, kesehatan hewan, dan ketersediaan stok bagi masyarakat,” tukasnya.(127)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
