Antisipasi Lonjakan Pasokan LPG Ditambah 7.840 Tabung
Penambahan kuota gas LPG yang dilakukan oleh pihak Agen ke pangkalan - pangkalan yang berada di Bengkulu Utara, Kamis 19 Maret 2026.-foto: istimewa -
BENGKULUEKSPRESS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama pihak Pertamina kembali menambah pasokan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram.
Sebanyak 7.840 tabung tambahan mulai didistribusikan pada Kamis 19 Maret 2026 untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi rumah tangga, terutama saat momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang identik dengan meningkatnya konsumsi.
Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Utara, Siti Qoriah Rosydiana, mengatakan bahwa penambahan pasokan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG subsidi menjelang Lebaran.
“Kami memastikan distribusi tambahan LPG 3 kilogram ini berjalan lancar agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan gas bersubsidi, terutama menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
BACA JUGA:Kapolres Rejang Lebong Pantau Arus Mudik dan Objek Wisata, Lalu Lintas Masih Lancar
BACA JUGA:Diusia ke-52, Seneorr Destita Ungkap Peran Startegis Perawat Bagi Indonesia
Ia menjelaskan, ribuan tabung LPG tersebut akan disalurkan melalui ratusan pangkalan resmi yang tersebar di seluruh wilayah Bengkulu Utara, sehingga distribusi dapat menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran.
Menurutnya, penyaluran melalui pangkalan resmi menjadi langkah penting untuk memastikan LPG subsidi diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, tambahan pasokan ini disebut berada di luar kuota reguler LPG 3 kilogram untuk tahun 2026 yang sebelumnya telah ditetapkan sebesar 6.915 metrik ton.
“Ini merupakan pasokan tambahan di luar kuota reguler yang memang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat jelang Lebaran,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga akan memperketat pengawasan terhadap distribusi dan harga LPG bersubsidi di lapangan. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya penyimpangan maupun praktik yang merugikan masyarakat.
“Kami bersama pihak terkait akan terus melakukan pengawasan, baik dari sisi distribusi maupun harga, agar LPG subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan, termasuk melaporkan jika ditemukan adanya penyaluran yang tidak sesuai aturan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




