Banner HONDA

Irigasi Jadi Kunci, Bengkulu Selatan Dorong Petani Tanam Padi Tiga Kali

Irigasi Jadi Kunci, Bengkulu Selatan Dorong Petani Tanam Padi Tiga Kali

Rita Ekawati--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Pertanian (Distan). Salah satu langkah yang saat ini gencar didorong yakni meningkatkan indeks pertanaman atau masa tanam padi petani menjadi tiga kali dalam setahun.

Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produksi beras daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Sejumlah wilayah di Bengkulu Selatan bahkan telah berhasil menerapkan pola tanam tiga kali setahun, terutama daerah yang memiliki dukungan jaringan irigasi memadai dan ketersediaan air yang cukup sepanjang tahun.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Rita Ekawati menjelaskan, peningkatan masa tanam menjadi tiga kali setahun merupakan salah satu strategi yang dilakukan pemerintah untuk mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Menurutnya, beberapa kecamatan di Bengkulu Selatan saat ini sudah mampu melaksanakan pola tanam tiga kali dalam setahun. Keberhasilan tersebut didukung kondisi irigasi yang baik sehingga kebutuhan air untuk pertanian tetap tersedia pada setiap musim tanam.

"Untuk beberapa wilayah memang sudah bisa melaksanakan tiga kali tanam dalam setahun. Ini menjadi salah satu upaya meningkatkan produksi padi dan mendukung program swasembada pangan nasional," ujar Rita, Senin 1 Juni 2026.

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Apresiasi Dua Perusahaan Sawit Patuh Pajak

BACA JUGA:Dispar Kota Bengkulu Tegaskan Gazebo Gratis Pantai Panjang Bebas dari Pungutan Apapun

Namun demikian, Rita mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang belum dapat menerapkan pola tanam tersebut secara optimal. Salah satunya berada di Kecamatan Seginim, di mana petani saat ini masih melakukan dua kali masa tanam dalam setahun.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama keterbatasan ketersediaan air serta kondisi pendukung pertanian lainnya yang belum sepenuhnya memungkinkan pelaksanaan tiga kali tanam dalam satu tahun.

"Karena itu, Dinas Pertanian terus melakukan pendampingan, pembinaan dan sosialisasi kepada para petani agar secara bertahap pola tanam tiga kali setahun dapat diterapkan lebih luas di seluruh wilayah Bengkulu Selatan," sambungnya.

Selain memberikan edukasi kepada petani, pemerintah juga terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendukung pertanian, khususnya terkait sistem pengairan dan irigasi yang menjadi faktor utama keberhasilan peningkatan indeks pertanaman.

Distan Bengkulu Selatan berharap, dengan meningkatnya frekuensi masa tanam petani, produksi padi daerah akan terus mengalami peningkatan. Dampaknya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bengkulu Selatan, tetapi juga kontribusi terhadap ketahanan pangan Provinsi Bengkulu hingga tingkat nasional.(117)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: