JAKARTA--Sekitar 500-an guru bantu nasional yang tersebar di seluruh Indonesia nasibnya abu-abu. Tidak jelas statusnya apakah akan diangkat jadi CPNS atau tidak. Belakangan malah mereka disebut-sebut tidak masuk kategori satu (K1). \"Mereka banyak mengadu ke sini (Badan Kepegawaian Negara, red). Mereka menanyakan kenapa tidak masuk di kategori dua (K1),\" kata Kabag Humas BKN Tumpak Hutabarat yang dihubungi, Selasa (29/1). Dia mengaku prihatin dengan kondisi guru bantu nasional. Harusnya, guru bantu ini menjadi prioritas pengangkatan tahun 2012. Sebab, mereka merupakan honorer tertinggal. \"Mereka itu honorer yang diangkat oleh Kemendiknas (waktu itu) dan ditempatkan di daerah-daerah,\" ujarnya. Mengapa sampai guru bantu ini terkatung-katung nasibnya, lanjut Tumpak, karena masalah sistem penggajian yang tidak rutin tiap bulan. Pasalnya, mereka menerima transferan tidak tiap bulan tapi dua bulan sekali bahkan lebih. \"Gaji mereka dari APBN, tapi transfernya tidak rutin tiap bulan. Nah ini berbenturan dengan PP 56 Tahun 2012 tentang pengangkatan tenaga honorer tertinggal, di mana honorernya bekerja minimal satu tahun. Itu sebabnya tim audit mengalami kesulitan untuk mengecek kebenarannya,\" terangnya. Ditambahkannya, jika ini tidak bisa diselesaikan, akan menimbulkan masalah baru lagi. Apalagi 500-an guru bantu ini tidak jelas nasibnya hingga saat ini. (esy/jpnn)
Nasib 500 Guru Bantu Tak Jelas
Rabu 30-01-2013,01:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,10:45 WIB
Promo Motor Mulai Rp900 Ribuan Ramaikan Event HOLAHOOP di SMKN 3 Seluma
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:17 WIB
Berkendara Dekat Bukan Berarti Aman, Ini Imbauan Astra Motor Bengkulu soal Safety Riding
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Terkini
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:56 WIB
Helmi Hasan Terima Kunjungan Kapolda Bengkulu, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Rabu 10-06-2026,16:35 WIB