Dinas Pertanian Kaur sudah melakukan pendataan tentang kesehatan hewan ternak di Kaur. Hasilnya saat musim penghujan maka Kaur endemis penyakit sapi ngorok. Sudah ditemukan banyak sapi yang mati setiap musim hujan. Saat ini data yang sudah terkumpul ada 300 ekor lebih terdapat sapi ngorok dan sedang ditangani pengobatannya oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kaur. \"Kita sudah melakukan penanganan. Namun terkadang matinya ternak bukan karena lamban penanganan, tetapi masyarakat banyak tidak melaporkanya. Tahun lalu, ditemukan 55 kasus hewan mati di Kabupaten Kaur. Kerbau lebih banyak mati dibandingkan sapi, sedangkan untuk bulan Desember dan Januari ini baru satu ekor sapi dilaporkan mati di wilayah Padang Guci Hilir,\" ujar Kadis Pertanian, Asmawan Ssos didampingi Kabid Peternakan Rahmadaniar SP kepada BE, kemarin. Menurut Asmawan, penyakit sapi ngorok disebabkan oleh bakteri Pastunela Multisida banyak menyerang kerbau. Tahun lalu lebih 30 ekor kerbau mati. Kehidupan kerbau lebih liar dibandingkan sapi. Kerbau lebih senang berada di kubangan yang banyak mengandung penyakit, disinilah terindefikasi penyakit ngorok pada kerbau yang banyak ditemukan. \"Rata-rata penyakit tersebut menyerang pada musim hujan, selain kumbangan juga karena keadaan kandang yang lembab menyebabkan perkembangan virus makin cepat. Disamping itu juga masyarakat pada saat musim hujan hewan justru dikeluarkan dari pada di kandangkan,\" jelasnya. Untuk mencegah lebih banyak sapi ngorok, kata Asmawan, pihaknya melakukan langkah pencegahan Fariasna memberikan vaksinasi, serta diharapkan pemilik ternak untuk membersihkan kandang sehingga virus tidak berkembang. Namun sekarang banyak hal ini tidak dilakukan, bahkan kemungkinan besar sapi ngorok akans emakin bertambah. \"Jika memang hewan ternak tersebut mengidap penyakit tersebut, bisa disembelih, dagingnya dapat dimakan, tetapi harus tetap dalam pengawasan. Kemudian untuk jeroan dan kepala tidak boleh dimakan dlebih baik dibuang, karena sangat berbahaya,\" jelasnya. Sementara itu, data yang terdapat sapi ngorok yang kini dalam pengawasan Dinas Pertanian. Yakni Kecamatan Kaur Utara, Kinal, Maje, Padang Guci Hilir, Tanjung Kemuning, dan Muara Sahung. Data tersebut dikumpulkans ejak musim hujan mulai November hingga Januari ini.\"Namun baru satu ekor dari 300 ekor yang mati. Sedangkan sisanya tengah dalam pengawasan,\" jelasnya.(823)
Musim Hujan, 56 Sapi di Kaur Mati Terjangkit Penyakit Ngorok
Selasa 15-01-2013,07:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 07-07-2026,14:27 WIB
10 Balon Ketua PWI Provinsi Bengkulu Ambil Formulir, Tak Semua Diprediksi Lolos
Selasa 07-07-2026,15:27 WIB
Alex Periansyah Pimpin Apel Gabungan ASN di Gading Cempaka, Tekankan Disiplin, Inovasi, dan Peningkatan PAD
Selasa 07-07-2026,15:14 WIB
Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Pemprov Bengkulu Beri Penghargaan kepada Pendonor Sukarela 50 Kali
Selasa 07-07-2026,15:36 WIB
3.500 Warga Bengkulu Terima Bantuan BAZNAS, Bukti Sinergi Pemkot dalam Pengentasan Kemiskinan
Selasa 07-07-2026,15:17 WIB
Dari Gotong Royong Lahir Harapan Baru, Jembatan Beton Gindo Suli Resmi Rampung
Terkini
Selasa 07-07-2026,18:36 WIB
Pengemas Ulang Minyakita Ilegal Segera Disidang, Lima Truk Barang Bukti Diserahkan
Selasa 07-07-2026,18:27 WIB
PDAM Tirta Hidayah Pastikan Kebocoran Pipa di Jalan Merapi Bengkulu Sudah Diperbaiki
Selasa 07-07-2026,17:04 WIB
100 Paket Sabu Disita, Perempuan 50 Tahun Ditangkap Polda Bengkulu di Kepahiang
Selasa 07-07-2026,15:36 WIB
3.500 Warga Bengkulu Terima Bantuan BAZNAS, Bukti Sinergi Pemkot dalam Pengentasan Kemiskinan
Selasa 07-07-2026,15:34 WIB