TUBEI, BE - Ketua DPD Muhamadiyah Lebong, Zulkifli Kamek mengatakan, Kabupaten Lebong dibelenggu oleh hutan larangan, baik TNKS, hutan lindung, maupun kawasan BKSDA. Padahal menurutnya, pada zaman Belanda hal tersebut tidak memiliiki larangan. Akibatnya saat ini masyarakat mengalami kesulitan, terutama dalam menjalankan aktivitasnya sebagai penambang tradisional yang sudah dilakukan secara turun temurun. \"Keberadaan TNKS ini sangat memberatkan warga Lebong, baik untuk mencari nafkah maupun untuk pembangunan. Padahal Lebong ini 75 persen wilayahnnya TNKS, sedangkan kontribusi TNKS dirasa sangat minim untuk masyarakat,\" ujar Zulkifli, saat hearing antara Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Lebong dengan anggota DPRD Lebong, di Sekretariat DPRD Lebong, Jum\'at (8/4). Selain itu, masalah pertanian di Kabupaten Lebong perlu menjadi perhatian serius karena sebagian petani Lebong merupakan petani penggarap sedangkan pemilik lahan hanya sedikit. \"Inilah masalah yang dialami masyarakat kita (masyarakat Lebong,red), kita harap Pemerintah Daerah, DPRD, organisasi keagamaan, Muhammadiyah dan lainnya bisa bersama-sama mencari solusi untuk mensejahterakan masyarakat,\" kata pria yang akrab disapa Kamek, di hadapan Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Teguh Raharjo Eko Purwoto SE dan sejumlah anggota DPRD Lebong. Terkait apa yang disampaikan Ketua Muhamadiyah Lebong ini, Ketua DPRD Lebong, Teguh Raharjo Eko Purwoto SE menyatakan, DPRD tengah berupaya membuat aturan yang bisa melindungi masyarakat yang melakukan penambangan maupun yang menggarap lahan di wilayah TNKS. Namun Hal ini masih memerlukan kajian yang lebih mendalam sehingga tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku. \"Kita akui bahwa Lebong terbelenggu dengan TNKS, namun keberadaan TNKS ini diatur dengan Undang-undang. Harapan kita warga yang melakukan aktivitas pertambangan bisa terlindungi namun tidak bertentangan dengan undang undang. Ini sedang kita kaji, saya berharap agar semua elemen mendukung usaha kita,\" ucap Teguh.(777)
Zulkifli: Lebong Dibelenggu Hutan Larangan
Sabtu 09-04-2016,13:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 25-03-2026,14:48 WIB
Wabup Mukomuko Sidak OPD, ASN Mangkir Siap-Siap Disanksi
Rabu 25-03-2026,15:54 WIB
Tragis! Pria di Bengkulu Nyaris Tewas Setelah Dibakar Mantan Kekasih
Rabu 25-03-2026,14:46 WIB
Wali Kota Pastikan Tak Ada Harga Tak Wajar di Pantai Panjang
Rabu 25-03-2026,15:06 WIB
Begal Sadis Binduriang Ditangkap Saat Menginap di Hotel Bersama Pacar
Rabu 25-03-2026,15:23 WIB
Safari Ramadan 2026 Selesai, Bantuan Rp500 Juta Disalurkan Lewat CSR Bank Bengkulu
Terkini
Rabu 25-03-2026,15:59 WIB
Bupati Rifai Tajuddin Warning ASN: Jangan Tambah Libur
Rabu 25-03-2026,15:54 WIB
Tragis! Pria di Bengkulu Nyaris Tewas Setelah Dibakar Mantan Kekasih
Rabu 25-03-2026,15:31 WIB
Pantai Batu Kumbang Dipadati Wisatawan, Kapolres Mukomuko Larang Pengunjung Berenang
Rabu 25-03-2026,15:28 WIB
Kapolres Kaur Turun Langsung Bantu Pemudik Pecah Ban
Rabu 25-03-2026,15:23 WIB