KOMISI Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Kaur, saat ini tengah gencar mengawasi peredaran pupuk bersubsidi yang dilakukan distributor dan pengecer di wilayah Kaur. Hal ini dilakukan guna mengawasi para penimbun pupuk yang dilakukan para distributor atau pengecer. “KP3 sudah melakukan pengawasan di beberapa kecamatan di Kaur, kita belum menemukan para penimbun pupuk bersubsidi,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, Nasrul Rahman SHut, kemarin. Nasrul mengatakan, KP3 ini tergabung dengan tim Kejaksaan, Polres dan Dinas Pertanian Kaur. Dimana tugasnya untuk melakukan pemantauan penyaluran dan pendistribusian pupuk dari distributor ke kelompok petani. \"Tugas KP3 yang sudah dibentuk ini, sudah turun ke lapangan untuk mengawasi distribusi pupuk di Kaur,\" katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, pendistribusian pupuk kata Nasrul, harus mengacu pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani yang telah dibuat sebelumnya. Pihaknya juga jika ditemukan ada pengecer pupuk yang memainkan harga maka pihaknya akan memberikan teguran hingga melaukan pencabutan izin usaha. \"Jangan coba-coba memainkan harga pupuk, jika ditemukan ada yang bermain curang kita akan cabut izin usahanya,\" tegasnya. Ditambahkannya, hal itu bisa dilakukan dengan melakukan razia ke toko atau pengecer di lapangan dengan bekerjasama dengan Polisi. Jika peredaran pupu tidak diawasi secara ketat, maka akan mengancam gagal produksi dan menghambat swasembada pangan. “Ini penting dilakukan agar petani tidak dirugikan. Jangan sampai petani hanya menjadi ajang percobaan pupuk atau pestisida abal-abal,” tandasnya. (618)
Awasi Distribusi Pupuk
Jumat 08-04-2016,11:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Kamis 02-07-2026,14:59 WIB
Indonesia City Expo 2026 di Medan, Ketua TP PKK Dian Borong Produk UMKM dan Promosikan Potensi Bengkulu
Terkini
Kamis 02-07-2026,15:13 WIB
Program JKN Kian Kuat, BPJS Kesehatan Catat Aset Bersih Rp30,04 Triliun
Kamis 02-07-2026,15:11 WIB
Dari Medan, Dedy Wahyudi Bawa Harapan Baru untuk Kebangkitan PAD Bengkulu
Kamis 02-07-2026,14:59 WIB
Indonesia City Expo 2026 di Medan, Ketua TP PKK Dian Borong Produk UMKM dan Promosikan Potensi Bengkulu
Kamis 02-07-2026,14:45 WIB