TASIKMALAYA - Keberadaan replika Menara Eiffel di Tasikmalaya, Jawa Barat mulai menuai masalah. Asisten Daerah (Asda) II Setda Kabupaten Tasikmalaya Henry Nugroho mengatakan, ada kemungkinan replika Menara Eiffel bambu di Komplek Gedung Bupati (Gebu) itu akan dibongkar. Menurut dia, keberadaan replika Eiffel itu saat ini lebih banyak menuai masalah. Seperti penarikan tarif parkir ilegal dan dijadikan tempat hiburan yang berpotensi timbulnya perbuatan-perbuatan negatif. Terutama di malam hari. Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, kata Henry, juga sudah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membongkar menara dari bambu itu. “Satpol PP sudah melaporkan kejadian-kejadian yang mengganggu ketertiban umum kaitannya dengan Menara Eiffel ini. Satpol PP yang melapor ke bupati. Malahan sudah disuruh dibongkar,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya, Senin (8/2). Karya kreativitas masyarakat Tasikmalaya ini, kata dia, memang patut dihargai. Bahkan pengunjung dari luar Tasik pun berdatangan untuk melihat replika tersebut. Namun, daripada masalahnya makin bertambah dan menjadi beban pemerintah, opsi pembongkaran bisa dilakukan. “Kalau memang banyak madaratnya kenapa tetap dipertahankan,” tegasnya. Terpisah, penggagas pembangunan replika Menara Eiffel bambu Muhajir Salam menerangkan, pembangunan replika ini bagian dari paket kegiatan Tasik Motekar 2015. Biaya yang dikeluarkan untuk menara tersebut sebesar Rp 80 juta. Pengerjaannya dimulai dari tanggal 5 November-31 Desember 2015. Untuk jumlah bambu menara eiffel itu, kata dia, lebih dari 1.000 bambu. Jenisnya gombong dan surat. Bambu gombong yang tebal digunakan untuk pondasi dasar. Sedangkan bambu surat yang kecil untuk bagian atas menara. Sementara, lanjut dia, total dana untuk penyelenggaraan Tasik Motekar 2015 itu sebesar Rp 300 juta. Sebesar 50 juta di antaranya berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya. Sisanya dari donatur. Dalam event tersebut, terang dia, pihaknya melibatkan sekitar 35 pekerja termasuk di dalamnya pembuat menara eiffel. Para pekerja ini berasal dari masyarakat setempat dan perajin. Mereka dibayar mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu per hari setiap orang. Bagi dia, usulan pembongkaran menara tersebut tidak masalah. Karena event Tasik Motekar sudah selesai. “Bangunan itu memang sudah milik pemerintah daerah. Jadi soal bongkar itu hak pemerintah,” tuturnya. (dik/adk/jpnn)
Menara Eiffel Bakal Dibongkar
Senin 08-02-2016,11:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 14-06-2026,18:07 WIB
Kasus HIV di Kota Bengkulu Capai 1.235 Orang, Dinkes Gencarkan Skrining dan Jamin Kerahasiaan Pasien
Minggu 14-06-2026,18:12 WIB
Verifikasi Sekolah Rakyat 2026 Dimatangkan, Dinsos Bengkulu Pastikan Program Tepat Sasaran
Minggu 14-06-2026,18:24 WIB
Dishub Bengkulu Siapkan 105 Titik Parkir untuk Dukung Kelancaran Festival Tabut 2026
Minggu 14-06-2026,18:19 WIB
Pemkot Bengkulu Buka Posko Pengaduan SPMB 2026, Warga Diminta Laporkan Dugaan Pungli dan Titipan Siswa
Minggu 14-06-2026,21:48 WIB
Musda II KAHMI Mukomuko Jadi Ajang Konsolidasi Gagasan dan Penguatan Organisasi
Terkini
Minggu 14-06-2026,23:10 WIB
Keseruan Vario Street Nation Bengkulu: Kopdar, Sharing, Rolling City Hingga Kontes Modif Honda Vario
Minggu 14-06-2026,23:00 WIB
Vario Modif Bertema Rafflesia dan Kaligrafi Curi Perhatian di Vario Street Nation Bengkulu
Minggu 14-06-2026,22:55 WIB
Astra Motor Bengkulu Perkuat Solidaritas Pengguna Honda Vario Lewat Sharing Komunitas di Vario Street Nation
Minggu 14-06-2026,22:45 WIB
Rolling City Meriahkan Vario Street Nation Bengkulu, Para Pengguna Honda Vario Kampanyekan Safety Riding
Minggu 14-06-2026,22:30 WIB