BENGKULU, BE- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu akan melakukan penyidikan sendiri atas puluhan mobil dinas (Mobnas) Pemprov yang masih dikuasai mantan pejabat atau pejabat yang masih aktif namun sudah pindah ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain. Hanya saja penyidikan ini baru akan dimulai awal 2016 mendatang, mengingat saat ini Satpol PP tidak memiliki anggaran dan baru diusulkan kedalam APBD 2016. \"Kami Satpol PP ini bukan hanya bisa menarik baik secara paksa maupun persuasif, tapi juga bisa melakukan penyidikan terhadap pengelolaan aset tersebut melalui Penyidik PNS (PPNS) yang kami miliki. Rencanya tahun depan kami mulai bergerak,\" kata Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Provinsi Bengkulu, Ir R Titus Chandra Erwana, kepada BE. Menurutnya, jika dalam penyelidikan tersebut ditemukan bentuk pelanggaran atas penggunaan aset itu, maka akan dilanjutkan dengan pelemparan ke penegak hukum, karena yang berhak memberikan sanksi pidana adalah penegak hukum hingga ke pengadilan negeri. \"Selain melakukan penyelidikan terhadap mobil dinas, kami juga akan melakukan hal yang sama terhadap aset-aset daerah lainnya, termasuk aset yang tidak bergerak. Karena tugas dan fungsi kami adalah mengamankan semua aset daerah dan menegakkan Perda dan Pergub,\" terangnya. Diakuinya, sebelum dilakukan penyelidikan, aset yang masih dikuasai oleh mantan pejabat atau pejabat yang sudah pindah ke instansi lain tersebut jelas melanggar Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Perda Provinsi Bengkulu Nomor 9 tahun 2007 tentang Pengolaan Barang Milik Daerah. \"Dalam Permendagri dan Perda itu disebutkan bahwa yang dibolehkan pinjam pakai aset adalah antar instansi, misalnya Sekretariat DPRD meminjamkan aset ke Biro Umum dan aset itu digunakan untuk operasional Sekretariat DPRD. Sedangkan dipinjam-pakaikan kepada pribadi atau individu, apalagi kepada orang yang sudah pensiun, maka itu sama sekali tidak dibenarkan,\" jelasnya. Jika dilakukan pengusutan, lanjutnya, yang akan tersandung bukan hanya peminjamnya, melainkan yang memberi pinjam juga akan akan terlibat karena sudah melanggar Permendagri dan Perda tersebut. \"Misalnya yang memberikan pinjaman adalaha kepala SKPD, nanti kepala SKPD itu juga pasti diminta pertanggungjawabannya. Karena tugas kepala SKPD adalah menjaga dan merawat aset yang dibawah penguasaannya, jika diberikan kepada orang lain, maka orang yang pertama kali dimintai keterangannya adalah kepala SKPD itu,\" urai Titus. Meski Satpol PP berencana akan melakukan penyelidikan sendiri, namun bila ada penegak hukum masuk untuk mengusut kasus itu, Titus mengaku tidak berwenang untuk melarangnya seperti yang terjadi di Kabupaten Mukomuko dan telah menyeret mantan bupatinya masuk jeruji besi. \"Kalau penegak hukum mau masuk, ya bisa-bisa saja,\" demikian Titus.(400)
Penarikan Mobnas Terkendala
Senin 09-11-2015,10:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-04-2026,15:01 WIB
Ratusan Warga Batu Kuning Terima Bantuan Pangan, Penyaluran Ditarget Rampung Dua Hari
Sabtu 04-04-2026,15:06 WIB
CJH Bengkulu Selatan Masuk Kloter 5, Berangkat 27 April 2026
Sabtu 04-04-2026,14:41 WIB
123 Warga Batu Kuning Terima Bantuan Pangan, Pemdes Tegaskan Tak Boleh Diperjualbelikan
Sabtu 04-04-2026,16:41 WIB
Dugaan Suap di Balik Ganti Rugi Tol Bengkulu–Taba Penanjung, Saksi Ungkap Penyerahan Uang ke Pejabat BPN
Sabtu 04-04-2026,17:46 WIB
Kunjungan Wisatawan Meningkat, PAD Lebong Ditarget Tembus Rp70 Juta
Terkini
Sabtu 04-04-2026,21:10 WIB
Heboh Cahaya Merah Melintas di Langit Sumatera, Diduga Fenomena Langit 2026
Sabtu 04-04-2026,19:59 WIB
Puting Beliung Terjang Selupu Rejang, Puluhan Rumah Rusak
Sabtu 04-04-2026,18:45 WIB
Baru 4 Tahun Jadi Jaksa, Harta Wira Arizona Capai Rp2,3 Miliar
Sabtu 04-04-2026,18:15 WIB
Hasil Riset Deep Intelligence Research (DIR): Sentimen Publik Terhadap Isu BBM Didominasi Kewaspadaan Tinggi
Sabtu 04-04-2026,18:08 WIB