BENGKULU, BE - Rencana Pemerintah Kota Bengkulu yang ingin mengubah kawasan eks Lokalisasi Pulau Baai RT 8 Kelurahan Sumber Jaya, menuai kritikan dari berbagai pihak. Sebab hingga saat ini, lokasi tersebut masih kerap beroperasi seperti biasanya. Sehingga Pemkot terkesan lalai dan membiarkan lokalisasi tersebut beroperasi. Ketua Bidang Publik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat, Romidi Karnawan menyesalkan sikap Pemkot yang masih memelihara tempat maksiat. Pihaknya mendesak agar Pemkot segera menutup kawasan tersebut, namun penutupan itu tetap dilakukan secara damai dan tidak memicu adanya konflik horizontal. \"Upaya Pemkot terlihat setengah hati ingin mengubah kawasan itu. Kita berharap hendaknya Pemkot serius memperhatikan dampak negatif terhadap nasib warga di sekitar lokalisasi terutama anak-anak yang ada di sana. Karena namanya tempat maksiat itu tidak perlu dipelihara,\" jelasnya. Selain itu, Romidi juga mengungkapkan, Pemkot harus bekerjasama dengan berbagai pihak dalam penerapan rencana penutupan jangka panjang kawasan eks lokalisasi tersebut. Seperti mencontohkan daerah lain yang sudah berhasil menertibkan tempat prostitusi dengan mengubah kawasan tersebut lebih tertata. \"Seperti kawasan Doly Surabaya pemerintahnya berani menutup kawasan prostitusi itu. Padahal kita ketahui Doly itu kawasan prostitusi terbesar di Asia. Masa sekelas eks lokalisasi Pulau Baai, Pemkot tidak berani dan tegas mengambil sikap,\" sampainya. Kawasan eks lokalisasi Pulau Baai harus ditutup total, karena sudah memperburuk citra Kota Bengkulu. Salah satunya membuat nama Kota Bengkulu selalu dikenal sebagai kota prostitusi. Apalagi di kawasan tersebut termasuk sebagai tempat maksiat dan melanggar nilai-nilai ajaran agama yang berat. Alangkah baiknya menyikapi hal tersebut, lanjutnya, pemerintah kota segera harus berkoordinasi lebih dalam dengan pihak pemerintah daerah provinsi. Seperti halnya memikirkan masalah pengganti lapangan pekerjaan bagi PSK tersebut dan memikirkan nasib warga di sana selanjutnya. \"Sekarang tinggal ketegasan dari pemerintah saja, karena jika tidak tegas, kawasan tersebut akan terus berkembang sampai kapan pun. Kami minta, yang ditutup jangan hanya eks lokalisasi Pulau Baai saja. Tempat yang juga diduga sebagai tempat prostitusi terselebung seperti panti pijat dan rumah karaoke terselubung juga harus ditertibkan,\" tandasnya. (805)
KAMMI Desak Tutup Lokalisasi
Rabu 05-08-2015,10:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 16-07-2026,13:21 WIB
Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa Saat Wudu Dilaporkan ke Polisi, Pihak Sekolah di Kota Manna Masih Bungkam
Kamis 16-07-2026,16:29 WIB
APBD 2026 Berjalan, Dinas PUPR Mukomuko Mulai Titik Nol Sejumlah Proyek Jalan
Kamis 16-07-2026,16:04 WIB
5 Rekomendasi Laptop dengan AMD Ryzen dengan Harga dibawah 10 Juta
Kamis 16-07-2026,16:22 WIB
Groundbreaking Jembatan Dimulai, Pemkot Bengkulu dan Polresta Bersinergi Atasi Titik Banjir
Kamis 16-07-2026,16:12 WIB
Wagub Mian Usulkan Pajak Air Permukaan untuk Perkebunan Sawit, Dorong PAD Bengkulu Naik Mulai 2027
Terkini
Kamis 16-07-2026,16:29 WIB
APBD 2026 Berjalan, Dinas PUPR Mukomuko Mulai Titik Nol Sejumlah Proyek Jalan
Kamis 16-07-2026,16:26 WIB
?Retribusi Macet Total, Target PAD Sektor Pasar Mukomuko Rp250 Juta Terancam
Kamis 16-07-2026,16:25 WIB
Kejari Bengkulu Siapkan Lelang 22 Lot Barang Rampasan, Ada Mobil hingga Hampir 3 Ton Bio Solar
Kamis 16-07-2026,16:22 WIB