CURUP, BE - Setelah 14 hari menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Curup, Rena Artanesa (3), yang mengalami luka bakar hingga 90 persen, akhirnya meninggal dunia. Putri pertama dari pasangan Sararudin (38) dan Angke (24), warga Pasma Air Keruh Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan itu, meninggal dunia pada Selasa (28/7) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Menurut kepala ruangan ICU RSUD Curup, tempat korban selama ini dirawat, Mukhlis Ansyori, korban meninggal lantaran organ dalamnya sudah tidak berfungsi lagi. \"Meskipun awalnya korban sempat membaik secara fisik, namun karena parahnya luka bakar yang ia terima membuat organ dalamnya tidak berfungsi lagi sehingga korban meninggal dunia,\" jelas Mukhlis saat ditemui diruang ICU RSUD Curup, kemarin. Sebelum meninggal, diketahui tidak berfungsinya organ dalam korban, selain melalui pemeriksaan medis juga ditandai dengan mengerasnya bagian perut korban. Setelah meninggal oleh keluarganya korban langsung dibawa kerumah duka di Kabupaten Empat Lawang. \"Setelah dinyatakan meninggal korban langsung dibawa keluarganya ke rumah duka dini hari tadi,\" tambah Mukhlis. Dalam kesempatan tersebut Mukhlis juga menjelaskan, awalnya korban disarankan oleh pihaknya untuk dirujuk ke RSUD M Yunus di Kota Bengkulu. Namun karena keterbatasan dana keluarga korban tidak bisa membawanya hingga tetap dirawat di RSUD Curup. Selain itu ia juga menjelaskan, pasca dibukanya donasi untuk korban beberapa saat lalu, bantuan yang mengalir untuk biaya pengobatan korban cukup banyak. Setelah melunasi semua biaya pengobatan Rena, dana yang berasal dari donasi masyarakat tersebut masih tersisa Rp 5.815.500. Rencananya uang tersebut akan mereka serahkan kepada pihak keluarga korban. \"Setelah kita hubungi terkait dengan masih adanya uang sisa yang berasal dari donasi masyarakat tersebut, pihak keluarga korban akan datang ke RSUD Curup setelah tiga hari meninggalnya korban,\" ungkap Mukhlis. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Rena Artanesa (3) harus menjalani perawatan intensif di RSUD Curup lantaran mengalami luka bakar hingga 90 persen. Menurut cerita Sararudin, ayah korban, peristiwa naas yang dialami anaknya bermula saat korban tengah tertidur di kamarnya. Saat itu ia melihat lampu teplok yang dijadikan penerang minyaknya habis. Saat itu ia langsung menambah minyak lampu tersebut. Saat tengah diisi lampu yang terbuat dari kaleng susu dengan posisi sumbu lampu masih menyalan langsung meledak. Ledakan lampu langsung menyiram balita yang masih berusia tiga tahun tersebut. Melihat hal itu, ia langsung memberikan pertolongan memadamkan api dengan alat seadanya. Setelah berhasil dipadamkan kemudian korban dibawa ke bidan setempat, oleh bidan langsung dirujuk ke RSUD Kepahiang. Lantaran RSUD Kepahiang tidak mampu menanganinya, hingga akhirnya korban dibawa ke RSUD Curup.(251)
Bocah Luka Bakar akhirnya Meninggal
Rabu 29-07-2015,11:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 22-04-2026,17:25 WIB
Wali Kota Bengkulu Serahkan Bantuan Kursi Roda, Pastikan Warga Kurang Mampu Dapat Perhatian
Rabu 22-04-2026,13:40 WIB
Terkuak di Persidangan, Dugaan 'Fee Bupati' Rp 110 Juta Mengalir ke Istri Eks Kepala Daerah Kaur
Rabu 22-04-2026,14:12 WIB
Satlantas Bengkulu Selatan Gencar Edukasi, Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan
Rabu 22-04-2026,14:16 WIB
Semangat Betunggal Membara, Warga Pino Raya Padati Jalan Santai
Rabu 22-04-2026,14:20 WIB
Petir Sambar Penyadap Karet di Seluma, Satu Tewas Dua Luka
Terkini
Rabu 22-04-2026,17:35 WIB
Polemik Internal Golkar Bengkulu Memanas, Dua Kubu Berebut Sekretariat
Rabu 22-04-2026,17:25 WIB
Wali Kota Bengkulu Serahkan Bantuan Kursi Roda, Pastikan Warga Kurang Mampu Dapat Perhatian
Rabu 22-04-2026,17:24 WIB
Pemkot Bengkulu Tata Kawasan Pantai Pasir Putih, Pondok Pedagang Dibongkar Diganti Gazebo Gratis
Rabu 22-04-2026,17:09 WIB
Siswa SMAN 7 Kota Bengkulu Intip Dapur Bulog, Belajar Langsung Jaga Ketahanan Pangan
Rabu 22-04-2026,17:07 WIB