KOTA MANNA, BE – Penggunaan pukat atau disebut warga Bengkulu Selatan krakat, kini bukan hanya digunakan para nelayan untuk mencari ikan di laut, tetapi juga sudah merambah ke sungai. Pukat yang digunakan nelayan sungai ini, bisa menangkap semua jenis ikan dari ukuran terkecil hingga besar ini, mirip pukat harimau yang dioperasikan di laut. Pukat inilah yang disebut-sebut telah merambah sungai-sungai besar di BS, seperti Sungai Air Manna, Sungai Air Pino, Sungai Air Bengkenang dan Sungai Air Kedurang. “Saya tidak hanya mendengar dari penuturan orang, namun saya pernah melihat para nelayan menggunakan pukat harimau di sungai,” kata Heri (35), warga Desa Batu kuning, Pasar Manna. Dari pantauan Heri di lapangan, pukat harimau yang dipasang di sungai itu dibuat hingga 3 lapis mengitari sungai. Adapun lapisan pukat atau jaring tersebut mulai dari jaring yang ukuran lubangnya terbesar hingga paling kecil. Pukat ini dipasang bagian hulu dan hilir sungai yang dalam atau lubuk. “Dengan adanya jaring pukat harimau di sungai, tentunya semua ikan akan terjaring, sehingga dipastikan ikan pun akan cepat punah,” ujarnya. Dengan mulai maraknya nelayan menggunakan pukat harimau di sungai ini, Heri berharap pemda dapat melarangnya. Sebab, jika terus dibiarkan, populasi ikan di sungai pun terancam. Terlebih lagi sebelumnya sudah ada aturan yang mengatur yakni Pasal 93 ayat 1 Jon to pasal 85 UU nomo 45 tahun 2009 tentang perikanan diancam denda milyaran rupiah dan penjara 5 tahun. “Saat ini mereka yang mencari ikan dengan menggunakan jaring kerakat ini semakin marak. Bahkan mereka tidak takut dengan ancaman denda miliaran rupiah serta hukuman pidana hingga 5 tahun penjara,” ujar Heri. Sebab saat ini para pelaku tersebut tidak lagi secara sembunyi-sembunyi mencari ikan dengan pukat harimau, tetapi sudah berani menggunakan pukat harimau di depan masyarakat ramai yakni di Sungai Air Manna tepatnya di bawah jembatan Sungai Air Manna, Desa Batu Kuning. “Harapan saya pemda tegas dan melarang pencarian ikan tidak hanya menggunakan setrum tapi penggunaan pukat harimau juga harus dilarang,” harap Heri.(369)
‘Pukat Harimau’ Ancam Ikan Sungai
Senin 27-07-2015,14:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-11-2026,16:45 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi Buka Suara soal Dugaan Penyadapan Nomor Gibran
Rabu 04-11-2026,15:35 WIB
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Dinyatakan Tak Terbukti Korupsi Mega Mall
Rabu 04-11-2026,15:56 WIB
Mulai Desember, Seluruh Pengiriman CPO Bengkulu Ditargetkan Wajib Berlabel Asal Daerah
Rabu 04-11-2026,16:05 WIB
Kapolresta Bengkulu Ancam Copot Jabatan Polisi yang Masuk THM
Rabu 04-11-2026,15:51 WIB
SBY Sentil Kasus Penyadapan Ilegal Lewat Cuitan Politik Liar
Terkini
Kamis 05-11-2026,14:51 WIB
Dua Pejabat RSKJ Ditahan, Dugaan Suap 93 Pegawai Rugikan Negara Rp1,7 Miliar
Kamis 05-11-2026,14:46 WIB
Bebas Murni! Bang Ken Akhirnya Keluar Rutan, Ini Pesan Pertamanya
Kamis 05-11-2026,14:42 WIB
Kombes Racing Bawa Aspirasi Anak Muda, Sirkuit Rp30 Miliar Jadi Target Bengkulu
Kamis 05-11-2026,14:35 WIB
Residivis Curanmor Kembali Berulah, Motor Teman Dijual, Uang Hasilnya untuk Judi Online
Kamis 05-11-2026,14:30 WIB