JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) diperkirakan menggelar sidang isbat penetapan awal puasa pada 17 Juni. Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay meminta agenda tahunan itu dilakukan tertutup dari liputan media. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengatakan, tahun lalu Kemenag sudah arif dan bijaksana dengan menggelar sidang isbat penetapan awal puasa, Lebaran, dan Idul Adha secara tertutup. ’’Saya berharap tahun ini juga digelar tertutup,’’ katanya di Jakarta kemarin. Menurut dia, sidang isbat yang digelar tertutup bisa menghindari potensi gejolak di masyarakat. Sebab, dalam proses sidang isbat itu, akan muncul adu pandangan tentang penetapan tanggal-tanggal di kalender Hijriah. Dia khawatir akan muncul gejolak di masyarakat yang belum mengetahui ilmu falak dengan baik. Saleh mendapat informasi bahwa tahun ini awal Ramadan dan Idul Fitri tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah, pemerintah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Meski begitu, sidang isbat tetap harus digelar tertutup. Sebab, awal Ramadan dan Idul Fitri sama murni karena posisi hilal (bulan muda). Bukan karena telah terjadi kesepakatan adanya satu kriteria penetapan awal bulan Hijriah antara NU dan Muhammadiyah. Sampai saat ini dua ormas Islam besar di Indonesia itu memiliki kriteria berbeda. Muhammadiyah menggunakan sistem hisab. Intinya, bila tinggi hilal telah berada di atas ufuk, bulan sudah berganti dalam kalender Hijriah. Sebaliknya, NU memiliki kriteria lain. Mereka menetapkan bulan berganti jika tinggi hilal sudah lebih dari 2 derajat di atas ufuk. Sistem itu dikenal dengan sebutan rukyatulhilalatau melihat langsung posisi bulan. Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin mengatakan siap menggelar sidang isbat secara tertutup. Dia menuturkan, sidang isbat terdiri atas beberapa rangkaian. Pertama, paparan pengamatan astronomi, biasanya oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. Sesi paparan kajian astronomi tersebut digelar terbuka. Setelah itu, masuk sidang inti. Nah, proses sidang inti tersebut digelar terutup di aula kantor Kemenag, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Baru setelah ada keputusan sidang, menteri agama beserta jajaran ormas Islam menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat umum melalui media massa. (wan/c10/nw)
Sarankan Sidang Isbat Awal Ramadan Digelar Tertutup, mengapa?
Senin 08-06-2015,09:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 27-08-2026,12:01 WIB
Syarifudin Dilantik Jadi Sekda Definif Kabupaten Lebong
Kamis 27-08-2026,09:41 WIB
Gerakan Cegah Penularan Tuberkulosis dan Penanggulangan TBC melalui Edukasi pada Ibu Hamil dan Ibu Balita
Kamis 27-08-2026,12:22 WIB
Sering Berkeringat Berlebihan? Ini Fakta Hyperhidrosis yang Perlu Diketahui
Kamis 27-08-2026,13:41 WIB
KONI Provinsi Bengkulu Bidik 6 Emas di PON 2028, Atlet Berprestasi Disiapkan Masa Depan
Kamis 27-08-2026,13:49 WIB
Didukung 53 Personel, Damkar Mukomuko Masih Terkendala Armada dan Pos
Terkini
Kamis 27-08-2026,16:53 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Komitmen Menuju Zero Stunting
Kamis 27-08-2026,16:52 WIB
28 Ribu Warga Bengkulu Nikmati BPJS Gratis, Pemkot Perkuat Jaminan Kesehatan
Kamis 27-08-2026,16:41 WIB
Alur Pulau Baai 6,5 Meter LWS, Dua Kapal Bawa 7.500 Ton Pertalite Lancar Bersandar
Kamis 27-08-2026,16:27 WIB
Saksi Bongkar Fee 18–20 Persen Proyek dari PT CMC di Rejang Lebong
Kamis 27-08-2026,16:22 WIB