JAKARTA, BE – Ujian nasional (unas) jenjang SMA dan sederajat selama ini dilaksanakan pada April. Tapi, tahun depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memajukan penyelenggaraan unas menjadi Februari. Rencana tersebut diungkapkan langsung oleh Mendikbud Anies Baswedan. Itu berarti, ujian tahunan tersebut digelar di awal semester genap. Padahal, selama ini unas selalu digelar pada April atau akhir semester genap. Semester genap biasanya berjalan mulai Januari. Sekilas perubahan jadwal unas itu memiliki konsekuensi pada penyampaian materi pelajaran kepada siswa. Yakni, adanya pemampatan materi pelajaran di semester ganjil. Pemampatan itu dilakukan untuk mengakomodasi materi pelajaran yang biasanya diajarkan di semester genap. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam di Jakarta, mengatakan, memang benar ada rencana mengubah jadwal penyelenggaraan unas. Yakni, unas yang biasanya digelar pada akhir semester genap digeser menjadi di awal semester genap. Namun, dia menegaskan, tidak ada pemampatan materi pelajaran di semester ganjil. ’’Materi pelajaran tetap berlangsung seperti biasa,’’ katanya. Dengan demikian, materi yang diujikan dalam unas hanya sampai materi kelas XII semester ganjil. Intinya, materi ujian tidak boleh berisi materi yang belum pernah diajarkan. Kemendikbud tidak asal-asalan dalam mengambil kebijakan memajukan penyelenggaraan unas itu. Anies menuturkan, dengan dimajukannya penyelenggaraan ujian tahunan tersebut, ada jeda waktu bagi siswa untuk mendapatkan orientasi tambahan menjelang kelulusan. ’’Selama ini yang ada kan hanya orientasi siswa baru. Sedangkan orientasi siswa yang akan lulus tidak ada,’’ katanya. Anies mengungkapkan, hanya separo lulusan SMA sederajat yang melanjutkan kuliah. Sebaliknya, ada yang ingin bekerja ikut orang atau perusahaan, berwirausaha, menjadi CPNS, atau TNI/Polri. Nah, para siswa dengan beragam pilihan setelah lulus SMA itu perlu memiliki pendalaman wawasan. ’’Waktu antara Februari sampai April itu bisa menjadi berharga,’’ katanya. Misalnya, siswa SMA yang berniat melanjutkan kuliah akan dibekali matrikulasi untuk membantu kelulusan ujian masuk PTN. Sedangkan siswa yang ingin bekerja diajari cara menulis lamaran kerja, membuat CV yang menarik, hingga teknik menghadapi wawancara kerja. Pihak sekolah juga bisa berinisiatif untuk menghadirkan alumni mereka dengan beragam profesi untuk memberikan wawasan kepada siswa yang akan lulus. Dengan cara itu, siswa tidak seolah-olah dibiarkan begitu saja mengarungi dunia nyata setelah tamat SMA. (wan/c10/end)
Unas 2016 Digelar Februari
Jumat 29-05-2015,08:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 12-08-2026,17:08 WIB
Anton Delianto Resmi Pimpin Kejati Bengkulu, Kasus Korupsi Jadi Perhatian Pertama
Rabu 12-08-2026,17:05 WIB
Bando Amin Bantah Perintah Kurangi Tanah GOR Kepahiang, Saksi Sebut Ada Perubahan Hasil Ukur
Rabu 12-08-2026,17:11 WIB
57 Pramuka Kaur Berangkat ke Jamnas XII, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Rabu 12-08-2026,14:07 WIB
Walikota Bengkulu Dorong Simulasi Bencana, Perangkat Kelurahan Diminta Siap Hadapi Kondisi Darurat
Rabu 12-08-2026,15:01 WIB
Kebakaran Hebat di Gang Damai Penggantungan Bengkulu, 21 Rumah Hangus Dilalap Api
Terkini
Kamis 13-08-2026,13:01 WIB
Pemkab Mukomuko Gembleng SDM Pengadaan Barang dan Jasa, Bupati Choirul Huda Tegaskan Hal Ini
Kamis 13-08-2026,12:39 WIB
Komunitas Vario Bengkulu Siap Gelar Night Ride, Sekaligus Perkuat Silaturahmi
Kamis 13-08-2026,12:30 WIB
Convoy Merdeka 2026 Astra Honda Motor Jelajahi Ikon Sejarah Bengkulu
Kamis 13-08-2026,12:23 WIB
Pemkab Kaur Pinjam Lahan MA, Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat
Kamis 13-08-2026,11:20 WIB