BENGKULU, BE - I Made Sudarmawan SH MH yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Bidang Pengawasan Kejati Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari Bengkulu), mengantikan Wito SH MHUm. Made memiliki komitmen akan melanjutkan semua perkara yang ditinggalkan Wito. \"Penegakan hukum itu tetap jalan, semuanya ada prioritas. Kita harus berjalan sesuai rencana dan program Kejaksaan Agung (Kejagung), khususnya Kejari Bengkulu,\" kata I Made Sudarmawan saat di wawancarai awak media. Lanjut Made, pihaknya siap untuk menindak lanjuti semua kasus peninggalan Wito. Namun saat ini pihaknya akan teliti dan tindak lanjuti terlebih dahulu semua kasus yang sudah ditangani Wito. Tidak akan ada yang namanya kelonggaran dalam penegakan hukum, semuanya akan dilakukan dengan profesional dan integritas untuk semua penegakan kasus. Sementara itu, saat disinggung mengenai karirnya sebelumnya, Made mengatakan Kejaksaan itu banyak bidangnya, pihaknya menjabat sebagai Asisten pengawasan. \"Jadi tugas saya membenahi institusi di dalam.Tapi, sebelumnya saya sudah pernah menjadi Kajari di Ujung Tanjung Provinsi Riau,\" ungkap Made. Made menceritakan, saat menjadi Kajari di Ujung Tanjung, dirinya lumayan banyak mengungkap kasus-kasus korupsi. Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi dana ekspos dan pameran pariwisata 2006 di negara Malaysia dan Singapura Kabupaten Rohil Provinsi Riau. Bahkan pihaknya pernah mengeksekusi langsung mantan kadis pariwisata sebagai tersangka. Selain itu saat ia bertugas sebagai kasi penyidikan di Provinsi Bali, juga pernah menangani kasus dugaan korupsi PTTelkom. \"Kalau mau konfirmasi ditempat saya yang lama, nanti kalau saya yang ngomong dipikir dilebih-lebihkan,\" pungkas Made. /Wito Tolak Cinderamata Ada yang menarik saat acara serah terima jabatan (Sertijab) antara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkuku yang lama, Wito SH MHUm dengan Kajari baru I Made Sudarmawan SH MH kemarin (27/05). Pasalnya, Wito yang mutasi menjadi Inspektur muda bidang kepegawaian di Kejagung menolak cindera mata secara halus. \"Saya sangat berterima kasih, karena selama di Bengkulu ini saya sudah didukung, itu sudah cukup bagi saya,\" kata Wito SH MHUm sambil berkaca-kaca saat menolak pemberian cinderama dari rekan-rekan institusi di Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Saat diwawancarai jurnalis, Wito mengatakan penolakan pada cindera mata itu tidak ada maksud apa-apa, dan tidak ada hubungannya dengan mutasinya ke Kejagung. Yang terpenting baginya, bagaimana ia selama bertugas di Bengkulu yang sudah berjalan dengan baik selama 14 bulan. \"Sekarang akan diteruskan oleh sahabat saya, teman seangkatan saya, tidak ada bedanya. Jadi saya mohon dukungan masyarakat dan media untuk sahabat saya,\" ungkap Wito. (927)
Made Lanjutkan Penanganan Kasus
Kamis 28-05-2015,18:20 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-03-2026,21:49 WIB
Gubernur Bengkulu Beri THR Diskon 50% Pajak Kendaraan Non-BD Lewat Program BBNK Selama Lebaran
Senin 23-03-2026,17:56 WIB
Jadi Primadona, Wisata Ikan Larangan Taba Lubuk Puding Dikunjungi Wisatawan
Senin 23-03-2026,18:52 WIB
Arus Balik Lebaran 2026, Trafik JTTS Meningkat Hingga 122 Persen
Senin 23-03-2026,20:19 WIB
Kapolda Bengkulu Pantau Keamanan Objek Wisata di Bengkulu
Senin 23-03-2026,19:42 WIB
ASN Dilarang Tambah Libur Lebaran, Siap-Siap Disanksi Jika Bolos
Terkini
Senin 23-03-2026,21:49 WIB
Gubernur Bengkulu Beri THR Diskon 50% Pajak Kendaraan Non-BD Lewat Program BBNK Selama Lebaran
Senin 23-03-2026,21:01 WIB
Tiga Anak Terpisah Berhasil Ditemukan Selamat
Senin 23-03-2026,20:19 WIB
Kapolda Bengkulu Pantau Keamanan Objek Wisata di Bengkulu
Senin 23-03-2026,19:47 WIB
Antisipasi Terjadi Macet, Polres Kepahiang Rekayasa Lalu Lintas ke Wisata Kebun Teh Kabawetan
Senin 23-03-2026,19:42 WIB