BENGKULU, BE - Problematika kehidupan pekerja seks komersil (PSK) di Kota Bengkulu senantiasa menjadi diskursus yang menarik. Sebab, meski pemerintah daerah telah menggelontorkan program-program sosial untuk mengatasi masalah yang dikategorikan sebagai penyakit masyarakat ini, namun upaya pengentasan PSK belum mendapatkan hasil yang maksimal. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Bengkulu, Septiansyah, mengatakan, selama ini ada keterputusan antara program pemerintah dengan upaya untuk menekan praktik prostitusi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. \"Kita contohkan misalnya sudah ada program Dana Bergulir Samisake (Satu Miliar Satu Kelurahan). Meski program ini sudah dikucurkan di tiap kelurahan dengan jumlah yang bervariasi, namun kenapa masih ada PSK. Pemerintah harus mengkaji ini. Karena bagi kami, bisa jadi maraknya PSK ini disebabkan solusi yang disediakan pemerintah tidak menyentuh akar masalah,\" katanya kepada BE, kemarin (12/4). Ia menjelaskan, sebagian besar PSK memutuskan untuk menjual jasanya kepada para pria hidung belang tidak hanya semata-mata karena kesulitan ekonomi. Menurut dia, PSK menghadapi persoalan hidup yang lebih kompleks karena harus menghadapi semakin tingginya biaya sosial seperti pendidikan, kesehatan. \"Termasuk semakin sempitnya lapangan kerja yang tersedia saat ini. Makanya bagi kami semua persoalan ini harus dipetakan. Agar ditemukan dimana akar masalahnya dan bagaimana solusi untuk mengentaskannya,\" sampainya. Ia menambahkan, pemetaan ini harus dilakukan dengan jalan dialogis. Setiap PSK harus diinvestigasi secara interaktif, bukan dengan melakukan tindakan reprepresif. \"Harus dipahami bahwa tidak ada manusia yang begitu terlahir ke dunia langsung bercita-cita menjadi pelacur. Mereka terpaksa berbuat demikian karena adanya keadaan yang melatarbelakangi. Keadaan-keadaan ini hanya bisa dicari bila pendekatan kepada mereka bersifat dialogis, bukan dengan cara menangkap dan menakut-nakuti,\" paparnya. Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi SE, berujar, upaya pengangan PSK harus mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota. DPRD Kota Bengkulu sendiri berkomitmen untuk segera merampungkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. \"Termasuk revisi Perda Samisake akan kita percepat. Kita juga harus belajar dari pengalaman daerah-daerah lain seperti Kota Surabaya yang mampu menyelesaikan permasalahan PSK ini tanpa menciptakan masalah baru,\" demikian Erna. (009)
Memetakan Masalah PSK
Senin 13-04-2015,11:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 20-05-2026,13:29 WIB
Cegah Kecelakaan Akibat Pengendara Ugal-ugalan, Astra Motor Bengkulu Edukasi Manajemen Stres di Jalan
Rabu 20-05-2026,09:00 WIB
Tak Perlu Panik Saat Motor Bermasalah, Honda Care Siap Datang Membantu
Rabu 20-05-2026,07:00 WIB
AHASS Astra Motor Bengkulu Hadirkan Layanan Booking Service: Lebih Praktis dan Nyaman
Rabu 20-05-2026,16:27 WIB
EST School Indramayu Gandeng Redea Institute Siap Hadirkan Sekolah Internasional Pertama
Rabu 20-05-2026,08:00 WIB
New Honda Stylo 160 Spesial Burgundy, Siap Jadi Pusat Perhatian
Terkini
Rabu 20-05-2026,23:44 WIB
Astra Motor Bengkulu Perkuat Pembinaan SMK, Cetak Lulusan Siap Kerja di Industri Otomotif
Rabu 20-05-2026,17:36 WIB
Gasak Emas 30 Gram Milik Dokter di Timur Indah, Residivis Asal Lampung Diringkus Polsek Gading Cempaka
Rabu 20-05-2026,17:19 WIB
LKPJ Bupati Tahun 2025, DPRD Kabupaten Kaur Terbitkan 10 Rekomendasi Strategis
Rabu 20-05-2026,17:16 WIB
Matangkan Persiapan HUT ke-23 dan Festival Gurita, Pemkab Kaur Boyong Jebolan MasterChef Indonesia
Rabu 20-05-2026,17:08 WIB