BENGKULU, BE - Partisipasi masyarakat merupakan tolok ukur keberhasilan pembangunan. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat, maka semakin besar tingkat keberhasilan pembangunan. Peningkatan partisipasi ini ditandai dengan tingkat penyerapan aspirasi masyarakat dan juga peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan. Seturut dengan hal tersebut, Bagian Humas Sekretariat Pemerintah Kota Bengkulu menggelar focus group discussion (FGD) bersama sejumlah kelompok yang seringkali berposisi sebagai kontra pemerintah di Hotel Raffles City Pantai Panjang, kemarin (31/3). \"Pemerintah berharap dengan adanya ruang FGD ini maka partisipasi seluruh masyarakat dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, kami mengajak kepada semua elemen masyarakat agar dapat bersama-sama, bahu-membahu, dan bekerjasama dalam rangka menyumbangkan gagasan dan juga membangun masyarakat yang sejahtera dan bermartabat,\" kata Kabag Humas Setda Kota, Dr H Salahuddin Yahya MSi. Ia menjelaskan, saluran aspirasi masyarakat diwadahi disetiap level Musrenbang dari tingkat paling bawah (RT/RW) sampai dengan musyawarah tingkat paling tertinggi (Pemerintah Pusat). Ini merupakan ruang publik (public space) yang didesain untuk menguatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. \"Ruang publik tersebut telah diatur dalam dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dimana proses perencanaan pembangunan mengharuskan adanya partisipasi publik. Dalam hal ini publik diberi peran aktif sebagai arsitek pembangunan,\" tuturnya. Paradigma baru pembangunan ini, lanjutnya, ditujukan untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat untuk ikut serta menyusun rancangan pembangunan baik RPJPD, RPJMD, maupun RKPD. Salah satu contoh penyerapan aspirasi masyarakat tersebut maka Pemerintah Kota Bengkulu mencanangkan dalam RKPD tahun 2015 sebagai tahun pembangunan. \"Pencanangan tahun pembangunan ini merupakan hasil dari penyerapan aspirasi rakyat yang ada di setiap tingkat Musrenbang dari tingkat RT/RW sampai dengan musyawarah tingkat kota. Ada empat prioritas pembangunan 2015. Pertama, percepatan perbaikan dan peningkatan infrastruktur. Kedua, penyediaan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Ketiga, peningkatan kesejahteraan rakyat, penanggulangan kemiskinan dan ketahanan pangan. Dan terakhir, perbaikan tata kelola pemerintahan baik dan bersih,\" urainya. Forum ini selesai pada pukul 18.00 WIB. Berbagai masukan konstruktif diberikan oleh kelompok Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu, Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Bengkulu, Aurego Jaya, dan lain-lain. (009)
FGD Kelompok Kontra Pemerintah
Rabu 01-04-2015,12:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 30-03-2026,17:08 WIB
RSKJ Soeprapto Bengkulu Perkuat Rehabilitasi dan Keterampilan Pasien
Senin 30-03-2026,16:49 WIB
Pemkot Bengkulu Sampaikan LKPJ 2025, Fokus Anggaran pada Pelayanan Dasar dan Sinergi Pembangunan
Senin 30-03-2026,16:47 WIB
Pemkot Kota Bengkulu Catat Kinerja Positif 2025, IPM Meningkat dan Raih Predikat Kota Sangat Inovatif
Senin 30-03-2026,16:58 WIB
APH Dilibatkan, Perambahan Lahan Pelindo di Teluk Sepang Tak Terbendung
Senin 30-03-2026,17:00 WIB
Bengkulu Maju, Tapi Belum Tuntas: IPM Naik, Pengangguran Masih Jadi Tantangan
Terkini
Senin 30-03-2026,17:13 WIB
32 Pejabat Eselon III dan IV di Kaur Dilantik, Ini Daftarnya
Senin 30-03-2026,17:08 WIB
RSKJ Soeprapto Bengkulu Perkuat Rehabilitasi dan Keterampilan Pasien
Senin 30-03-2026,17:05 WIB
Bedah Rumah ke-71 Dimulai, Kapolda Bengkulu Tegaskan Komitmen Bangun Harapan Warga
Senin 30-03-2026,17:02 WIB
Hangatnya Halal Bihalal di Polda Bengkulu, Kapolda Tekankan Soliditas dan Profesionalisme
Senin 30-03-2026,17:00 WIB