BENGKULU, BE - Wajar saja sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Bengkulu hancur. Sebab, diakui Asosiasi Pengusaha Batu Bara (APBB) Bengkulu, timbangan truk batu bara yang ada di Bengkulu dalam keadaan rusak. \"Kami sudah melihat sendiri timbangan truk batu bara yang ada di Bengkulu ini sudah tidak memadai lagi. Sudah rusak,\" kata Direktur Eksekutif APBB Bengkulu, Safran Junaidi kepada BE. Ia menjelaskan, bila timbangan ini dalam keadaan baik, maka seharusnya jalanan di Kota Bengkulu tidak perlu dirusak oleh truk bermuatan besar. Menurutnya, kendaraan yang mengangkut beban berat selama ini bukan hanya batu bara, namun juga dilakukan oleh angkutan sawit dan karet. \"Tapi kami akui yang paling merusak jalan adalah batu bara. Karena angkutannya yang paling berat. Tapi aturan mengenai beban berat maksimal ini kan sudah diatur dalam undang-undang. Maksimum tidak boleh lebih dari 8 ton. Kalau pengawasan diaktifkan saya kira tidak akan ada pelanggaran,\" ucapnya. Ia menjelaskan, pemerintah justru bisa mendapatkan banyak keuntungan bila aturan timbangan ini diterapkan. Sebab, muatan yang berlebih dapat disita oleh negara. \"Kalau timbangannya memadai, timbang saja yang sekiranya membawa muatan lebih. Turunkan kelebihannya dan sita. Kemudian jual saja tidak masalah. Uangnya masuk kas negara. Ini yang tidak berjalan selama ini,\" ungkapnya. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu, Selupati SH, tak menampik hal ini. Namun ia menegaskan, pihaknya tak pernah kendur dalam melakukan pengawasan. \"Dulu kita pernah tengah malam sampai harus menghadapi para pendemo yang menolak jalan mereka dilintasi oleh truk batu bara. Sudah ada 20 sopir yang kita serahkan kepada kepolisian untuk diproses. Pengawasan kami tidak pernah kendur. Hanya soal timbangan rusak itu memang benar adanya,\" ucap Selupati. Ia menjelaskan, pihaknya tidak mengambil tindakan hukum apapun bilamana menemui adanya truk batu bara yang melanggar aturan. Sebab, selain telah ada Surat Keputusan (SK) Gubernur yang mengatur jalur distribusi angkutan besar, penindakan terhadap truk batu bara juga menjadi kewenangan kepolisian sebagaimana yang diatur dalam undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan. \"Makanya kami dalam melakukan razia selalu melibatkan kepolisian. Memang agak sulit mengawasi. Karena biasanya mereka melintasi jalan kota tengah malam. Sementara kita kekurangan personil untuk mengawasi,\" tutupnya. (009)
Timbangan Truk Batu Bara Rusak
Senin 23-03-2015,10:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,14:08 WIB
DWP Bengkulu Dikukuhkan, Herwan Antoni Dorong Program Nyata untuk Perempuan dan Keluarga
Selasa 27-10-2026,11:03 WIB
Nelayan Kecil Masih Terjebak Kemiskinan, KNTI Soroti Program Kampung Nelayan Merah Putih
Selasa 27-10-2026,10:02 WIB
Mengenal AQILA, Panduan Orang Tua Memilih Air Minum yang Tepat untuk Anak
Selasa 27-10-2026,10:49 WIB
Viral! Ini 6 Cara Bikin Konten Tempel Teks Facebook Pakai ChatGPT dan CapCut
Selasa 27-10-2026,10:54 WIB
10 Prodi Vokasi Paling Diminati di SNBP 2026, Cek Pendaftar dan Daya Tampungnya!
Terkini
Selasa 27-10-2026,14:14 WIB
Pemkot Bengkulu Kebut Penataan Eks Mess Pemprov, Tahap Pertama Ditargetkan Selesai Akhir 2026
Selasa 27-10-2026,14:08 WIB
DWP Bengkulu Dikukuhkan, Herwan Antoni Dorong Program Nyata untuk Perempuan dan Keluarga
Selasa 27-10-2026,14:03 WIB
Warga Kaur Diduga Edarkan 2 Kg Ganja di Bengkulu, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos
Selasa 27-10-2026,13:56 WIB
Pelindo Ingatkan Warga, Jalan Line 1 Pulau Baai Bukan Tempat Buang Sampah
Selasa 27-10-2026,13:53 WIB