BENGKULU, BE - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, Ir Masrizal, tak menampik adanya pungutan liar (Pungli) dalam pendistribusian bantuan jaring, lancang dan fiber untuk nelayan di Kota Bengkulu. Namun ia memastikan, pungli tersebut terakhir dilakukan oleh oknum DPK Kota Bengkulu pada tahun 2011 yang silam. \"Saya sendiri diperintahkan oleh Pak Wali untuk menginvestigasi Pungli ini. Seluruh staf saya sudah saya panggil dan para nelayan yang menerima saya temui. Diakui mereka bahwa Pungli itu memang ada. Tapi itu tahun 2011 ke bawah. Itu pun nelayan tidak pernah diminta secara paksa, nelayan sendiri yang memberikan sebagai tanda terima kasih. Namun sejak tahun 2012 tidak ada lagi pungli,\" katanya kepada BE, kemarin (10/3). Mengenai adanya penimbunan bantuan di gudang penyimpanan TPI Pondok Besi, Masrizal melanjutkan, ia memastikan bahwa bantuan dalam bentuk tali tersebut akan didistribusikan tahun ini. \"Kenapa tidak disalurkan pada saat kita dapatkan, itu karena bantuannya hanya dalam bentuk tali. Tidak ada jaringnya. Akan sia-sia juga kalau dibagikan. Tapi tahun ini jaringnya sudah pasti kita dapatkan. Kalau sudah ada pada kami segera kami bagikan,\" ucapnya. Ia menekankan, tahun ini Pemerintah Kota telah mendapatkan bantuan Rp 4 miliar yang khusus dianggarkan sebagai bantuan untuk nelayan. Bantuan ini akan mereka salurkan kepada para nelayan tradisional yang selama dua tahun ini tidak mendapatkan bantuan apapun. \"Kita akan melibatkan organisasi nelayan dalam penyaluran bantuan ini nanti. Bantuannya dalam bentuk tempat pendingin ikan, alat-alat pengolahan hasil laut, jaring apung, kerambah, dan lain-lain. Tapi hanya mereka yang dua tahun lalu belum dapat bantuan saja yang kami beri,\" ungkapnya. Temuan Pungli ini terungkap dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi I DPRD Kota Bengkulu, beberapa waktu yang lalu. Kepada para dewan yang turun ke TPI Pondok Besi, para nelayan mengeluhkan kewajiban membayar sejumlah uang tertentu bagi para nelayan yang dinyatakan layak menerima bantuan. \"Semua laporan masyarakat dan hasil Sidak akan kami bahas dulu ditingkat internal komisi. Setelah itu, Kepala DKP Kota dan dinas terkait akan kami panggil untuk menjelaskan masalah ini,\" kata Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hj Maghdaliansi SH MH. (009)
Kepala DKP Akui Ada Pungli
Rabu 11-03-2015,11:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 22-05-2026,10:22 WIB
Usut Dugaan Korupsi Pasar Pagar Dewa, Kejari Bengkulu Geledah Rumah Ketua Koperasi dan Sita 200 Dokumen
Jumat 22-05-2026,17:36 WIB
Gusril Pausi Tabuh Dol, Festival Gurita 2026 Resmi Gebyar Lapangan Merdeka Bintuhan
Jumat 22-05-2026,12:54 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pecinta Honda PCX 160 untuk Riding dan Nongkrong Bareng
Jumat 22-05-2026,16:40 WIB
Kebijakan Ekspor Sawit Satu Pintu Diwaspadai, Harga TBS Bengkulu Utara Relatif Stabil
Jumat 22-05-2026,17:41 WIB
Rekomendasi BKN Turun, Pemkab Rejang Lebong Batalkan Massal Kelulusan 50 Peserta PPPK 2024
Terkini
Jumat 22-05-2026,17:41 WIB
Rekomendasi BKN Turun, Pemkab Rejang Lebong Batalkan Massal Kelulusan 50 Peserta PPPK 2024
Jumat 22-05-2026,17:36 WIB
Gusril Pausi Tabuh Dol, Festival Gurita 2026 Resmi Gebyar Lapangan Merdeka Bintuhan
Jumat 22-05-2026,17:30 WIB
Lebih dari Satu Dekade Memersatukan Nusantara, Astra Motor Bengkulu Kupas Fakta Seru Honda Bikers Day
Jumat 22-05-2026,17:09 WIB
Regenerasi Organisasi, Kapolda Yudhi Sulistianto Pimpin Langsung Sertijab PBVSI dan INKANAS Bengkulu
Jumat 22-05-2026,17:02 WIB