KABAWETAN, BE - Perwakilan warga dari 6 Desa di Kecamatan Kabawetan Kepahiang mendatangi perusahaan perkebunan teh, PT Sarana Mandiri Mukti (PT SMM). Hal ini terkait dengan keberadaan lahan warga berupa sawah dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) PT SMM. Adapun perwakilan warga ini yakni dari Desa Barat Wetan, Desa Air Sempiang, Desa Sido Makmur, Desa Tangsi Duren, Desa Tugu Rejo dan Kelurahan Tangsi Baru. \"Kami ke sini (PT SMM, red) hendak mempertanyakan kenapa perusahaan tidak mengizinkan kami menggarap lahan persawahan, yang sudah kami garap puluhan tahun lamanya. Padahal dahulunya sudah ada perjanjian yang intinya kami tetap boleh menggarap persawahan tersebut. Kami ini bisa bertahan hidup hanya mengandalkan lahan itulah,\" sampai Haryoto, diamini warga lainnya. Menurut dia, warga juga meminta agar pihak PT SMM dapat melakukan evaluasi terhadap beberapa karyawan dari perusahaan tersebut yang telah melakukan intimidasi terhadap warga. \"Kami juga mengharapkan agar pihak perusahaan bisa menindak oknum karyawan yang melakukan intimidasi terhadap warga untuk meninggalkan lahan garapan tersebut, dengan dalih karena lahan itu milik perusahaan dan akan ditanami pohon. Padahal setau kami dulunya pihak perusahaan pernah mengatakan penanaman pohon di sepanjang jalan saja,\" sesal Paimin. Sementara itu, Manager PT SMM, Dede Ulung menegaskan, dari hasil musyawarah ini dirinya selaku pimpinan tetap mempersilakan warga untuk menggarap lahan. \"Dengan catatan jangan lagi menambah luas lahannya. Kalaupun ada pohon yang sudah ditanam di sekitar lahan, saya minta tolong ya dijaga atau dirawat,\" kata Dede. Terkait sikap karyawannya, Dede mengaku meminta maaf. Nanti dirinya selaku pimpinan akan mengevaluasi kalau memang kesalahan ada pada karyawannya. \"Yang jelas dalam hal ini saya mengharapkan agar kita sama-sama saling menjaga. Tadi bapak-bapak minta tolong kepada saya, ya saya juga minta tolong,\" ujar Dede. Di bagian lain, Kapolres Kepahiang, AKBP Iskandar ZA SIK melalui Kapolsek Kabawetan, Ipda Teguh Hidayat SH menyampaikan, kalau ada pihak yang mengintimidasi warga, silakan lapor pada pihaknya. \"Perlu warga catat kami ini pengayom dan pelindung masyarakat, bukannya perusahaan. Jadi setelah ini kalau ada yang mengintimidasi langsung lapor pada saya, termasuk anggota saya sendiri,\" tegas Teguh. Sementara itu, ditambahkan fasilitator warga yakni Edwar Samsi SIP MM, meminta agar pihak perusahaan dapat membuat semacam surat edaran terkait hasil pertemuan ini. Sehingga nantinya warga tidak was-was disaat menggarap lahan persawahan mereka. \"Dalam artian agar tidak menimbulkan permasalahan di belakang hari. Soal karyawan perusahaan yang terkesan semena-mena terhadap warga, itukewenangan perusahaan memberikan sanksi,\" jelasnya.(505)
Dilarang Garap Sawah, Warga 6 Desa Datangi PT SMM
Selasa 03-03-2015,12:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 30-08-2026,19:49 WIB
7 Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh Setiap Hari
Minggu 30-08-2026,19:44 WIB
10 Cara Memanfaatkan AI untuk Membantu Pekerjaan Sehari-hari
Minggu 30-08-2026,18:12 WIB
Pemkot Bengkulu Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Panik
Minggu 30-08-2026,17:59 WIB
Pasien RSHD Kota Bengkulu Meningkat, Perubahan Cuaca Diduga Picu Influenza hingga DBD
Minggu 30-08-2026,19:04 WIB
Mukomuko Tingkatkan 9 Ruas Jalan dengan Anggaran Rp8,8 Miliar, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Terkini
Senin 31-08-2026,16:14 WIB
Sering Dianggap Sama, Tahu dan Tofu Ternyata Punya Perbedaan
Senin 31-08-2026,15:47 WIB
Petani di Rejang Lebong Ditemukan Tewas di Rumah, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi
Senin 31-08-2026,15:44 WIB
Dua Mantan Kades Tebat Monok Bersaksi, Bongkar Jejak Tanah GOR Kepahiang yang Disebut Hilang
Senin 31-08-2026,15:42 WIB
Berbulan-bulan Abaikan Putusan Pengadilan, 13 Eks Karyawan Desak PT RAA Bayar Hak Mereka
Senin 31-08-2026,15:38 WIB