BENGKULU, BE - Masih kerap dinodainya air baku Sungai Bengkulu yang digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma untuk melayani 10 ribu pelanggannya membuat resah para pelanggan. Terlebih, sebuah penelitian telah menyimpulkan bahwa dari hasil uji parameter fisika dan kimia air, telah terjadi penurunan baku mutu air Sungai Bengkulu dari kelas 1 yang biasa digunakan sebagai bahan baku air minum, menjadi kelas 3 atau air yang hanya bisa digunakan untuk perikanan, pertanian dan peternakan. \"Kami berharap agar Pemerintah Kota dapat segera bertindak untuk mengatasi hal ini. Karena kami sudah tidak betah lagi kalau harus mandi dengan air yang bercampur lumpur dan begitu keruh bilamana hujan lebat turun,\" kata Johan Syafri, warga Kelurahan Semarang Kecamatan Sungai Serut, Minggu (1/3). Ia pun meminta kepada Pemerintah Kota untuk merealisasikan janjinya untuk memanggil perusahaan-perusahaan yang mencemarkan air Sungai Bengkulu tersebut. Menurutnya, pemerintah berhak menuntut kompensasi kepada perusahaan-perusahaan tersebut atau bahkan mencabut izin perusahaan-perusahaan yang kerap membandel. \"Pemerintah jangan cuek, pemerintah tidak boleh acuh. Masak kami dibiarkan terus menerus mengkonsumsi air yang seharusnya untuk kolam ikan atau perkebunan. Pikirkan nasib anak-anak yang pasti pertumbuhannya terganggu karena terpaksa mengkonsumsi air yang tercemar,\" ungkapnya. Senada disampaikan Wisnu Agung, warga Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu. Menurutnya, bilamana Pemerintah Kota tak mampu untuk mencegah berlanjutnya pencemaran bahan baku air PDAM tersebut, maka ia berharap agar PDAM Tirta Dharma dapat mencari air dari sumber yang lain. \"Kalau misalnya Pemerintah Kota takut dengan perusahaan-perusahaan yang mencemarkan air itu lebih baik cari sumber air yang lain yang lebih baik mutunya. Ini kan sudah diwacanakan sejak lama oleh pemerintah sendiri. Jangan hanya wacana-wacana saja. Realisasinya dong,\" tukasnya. Sebelumnya, Direktur Umum PDAM Tirta Dharma, Sjobirin Hasan tak menampik buruknya bahan baku air PDAM yang berasal dari Sungai Bengkulu. Ia mengatakan, kadar pencemaran bahkan sudah pernah mencapai 3500 Nepleumetric Turbidity Uni (NTU). Sementara PDAM Tirta Dharma hanya mampu mengelola air baku dengan tingkat pencemaran 1000 NTU saja. Menurut Sjobirin, air tercemar limbah dari sejumlah aktivitas pertambangan dan pabrik yang posisinya berada di bagian hulu sungai. Untuk itu pihaknya mengharapkan elemen terkait dapat melakukan penindakan. (009)
Pelanggan PDAM Minta Pemkot Segera Bertindak
Senin 02-03-2015,11:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 06-08-2026,21:05 WIB
Jangan Asal Miring, Ini Tips Menikung yang Aman Saat Berkendara
Kamis 06-08-2026,21:12 WIB
Astra Motor Buka Lowongan Unit Warehouse Administrator, Simak Syaratnya
Jumat 07-08-2026,14:09 WIB
Bupati Lebong Ajak ASN Wujudkan Ekonomi Hijau dan Transformasi Digital untuk Percepatan Pelayanan Publik
Jumat 07-08-2026,14:41 WIB
Dikbud Kota Bengkulu Larang Sekolah Pungut Biaya Lomba HUT RI, Orang Tua Diminta Segera Melapor
Jumat 07-08-2026,14:44 WIB
PAD Mukomuko Baru 47 Persen, BKD Kejar Target Akhir Tahun
Terkini
Jumat 07-08-2026,15:53 WIB
Semarak HUT Ke-81 RI, Pemkot Bengkulu Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih untuk Warga
Jumat 07-08-2026,15:52 WIB
12 Tahun Mengabdi, Guru SDIT Rabbani Mengaku Dipecat Tanpa Pesangon: "Saya Hanya Minta Hak Saya"
Jumat 07-08-2026,15:50 WIB
Dipecat, Tak Dapat Pesangon hingga BPJS, Mantan Guru SDIT Rabbani Resmi Lapor Disnaker Bengkulu
Jumat 07-08-2026,15:12 WIB
Pancaroba Tingkatkan Risiko DBD dan ISPA, Warga Kota Bengkulu Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Jumat 07-08-2026,14:44 WIB