BENGKULU, BE - Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE MM mengaku belum mengetahui secara persis bagaimana aturan dan mekanisme lelang jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) Bengkulu. Ia mengatakan, sejauh ini, ia masih mengkaji bagaimana aturan tersebut dapat diterapkan secara efektif. \"Kita belum pernah tahu aturannya seperti apa. Kita ketahui dulu aturan-aturannya seperti apa agar jangan sampai kita nanti menabrak aturan-aturan yang ada. Telaah dan kajian-kajian ini masih sangat kita butuhkan sebelum ada kebijakan strategis yang kita ambil terkait dengan hal ini,\" kata Helmi, Rabu (21/1). Kata Helmi, ia telah meminta kepada tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Bengkulu untuk mengkaji ini lebih jauh. Baperjakat Kota sendiri terdiri dari Pelaksanatugas (Plt) Sekretaris Kota Drs H Fachruddin Siregar MM, Asisten III Setda Kota Ir H Fachriza Razie, Kepala Inspektorat Kota Dra Hj Ermina Nurbaiti MM dan Kepala BKD Kota Bengkulu, Drs H Muhammad Husni MSi. \"Tim Baperjakat sudah kami minta untuk segera melakukan telaah. Agar proses pendefinitifan Sekkot kita nanti ini bisa diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,\" ungkapnya. Ia tak menampik adanya penolakan atas usulan yang pernah Pemerintah Kota ajukan kepada Pemda Provinsi. Apapun yang menjadi alasan penolakan tersebut, Pemerintah Kota dapat memaklumi dan bersedia untuk melakukan perbaikan. Sebelumnya terlansir, setiap Kepala Daerah tidak bisa lagi mengusulkan pengangkatan calon Sekretaris Daerah (Sekda) hanya sesuai dengan keinginnanya. Sebab berdasarkan Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disahkan 15 Februari 2014 lalu disebutkan bahwa perekrutan Sekda harus melalui lelang terbuka dan seleksi dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh kepala daerah yang bersangkutan. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri, Dodi Riyadmadji. Dengan demikian, 3 calon Sekda Kota yang diajukan Walikota Bengkulu ke Pemerintah Provinsi Bengkulu pun bisa dibatalkan, karena tidak melalui proses sesuai dengan yang diamanahkan UU ASN tersebut. Dijelaskannya, pengertian lelang terbuka tersebut bukan lelang jabatan dengan sistem tawar menawar harga, melainkan membuka pendaftaran secara terbuka sehingga bisa diikuti oleh semua PNS yang memenuhi syarat. (009)
Walikota Kaji Lelang Sekkot
Kamis 22-01-2015,11:25 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 26-10-2026,14:34 WIB
SP3 Kasus Sawit 1,5 Ton Digugat, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan SKT 1987
Senin 26-10-2026,16:28 WIB
Sekolah di Kota Bengkulu Bakal Dapat Tambahan Panel Interaktif Digital
Senin 26-10-2026,12:39 WIB
Perang Melawan Kelaparan Demi Masa Depan Bangsa
Senin 26-10-2026,14:01 WIB
Melesat Kencang di Misano, Ramadhipa Tutup Musim dengan Podium
Senin 26-10-2026,14:44 WIB
Peran Pesantren Dinilai Besar, Bapperida Mukomuko Dorong Kebijakan Lebih Berpihak
Terkini
Selasa 27-10-2026,11:55 WIB
Pelindo Ingatkan Warga, Jalan Line 1 Pulau Baai Bukan Tempat Buang Sampah
Selasa 27-10-2026,11:53 WIB
Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Perkuat Masa Depan Maritim Indonesia
Selasa 27-10-2026,11:07 WIB
Target Bedah Rumah 2026 Naik Jadi 400 Ribu Unit, Maruarar Sirait Beberkan Program Rumah Subsidi
Selasa 27-10-2026,11:03 WIB
Nelayan Kecil Masih Terjebak Kemiskinan, KNTI Soroti Program Kampung Nelayan Merah Putih
Selasa 27-10-2026,10:54 WIB