TUBEI,BE - Informasi adanya biaya senilai Rp 1,5 miliar yang dikeluarkan Pemda Lebong untuk memuluskan pengesahan APBD tahun 2015, ternyata membuat Kejaksaan negeri (Kejari) Tubei berniat mempelajari apakah hal itu masuk katagori gratifikasi atau tidak. Untuk itu, saat ini Kejari Tubei melakukan pencarian informasi terkait hal tersebut. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tubei, R Dodi Budi Kelana SH MH melalui Kasi Pidsus Rizal Edison SH kepada BE kemarin menuturkan, \"Saat ini kita belum bisa menyebutkan hal tersebut masuk dalam dugaan gratifikasi atau tidak. Untuk itu, kita masih akan mencari informasi terkait hal tersebut dari beberapa pihak terkait. terkait hal itu kita lihat dari hasil informasi nantinya.\" Diungkapkan Rizal, untuk membuktikan adanya tindak pidana dugaan gratifikasi dalam kasus biaya ketok palu APBD tahun anggaran 2015 membutuhkan alat bukti yang cukup, seperti yang diatur dalam UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 11, pasal 12 dan pasal 26 A yang mengatur tentang gratifikasi. \"Kalau memang informasi itu benar, masih dibutuhkan beberapa alat bukti seperti yang diatur dalam UU untuk menyebut jika hal itu adalah tindak pidana gratifikasi,\" ungkap Rizal. Kemudian beberapa alat bukti untuk mengungkap adanya dugaan gratifikasi sesuai dengan 26 A UU Tipikor ini, lanjut Rizal, diantaranya adalah informasi yang diucapkan, dikirim, diterima, atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa dengan itu. \"Termasuk juga dokumen yakni setiap rekaman data atau informasi yang dilihat dan atau didengar yang dapat di keluarkan dengan atau tanpa bantuan suatu sarana, baik yang tertuang diatas kertas maupun yang terekam secara elektronik, yang berupa tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, huruf, tanda, angka atau perforasi yang memiliki makna,\" kata Rizal. Ketua DPRD Lebong Teguh Raharjo EP SE membantah adanya biaya ketok palu APBD Lebong tahun anggaran 2015 yang mencapai sebesar Rp 1,5 milyar. Saat dikonfirmasi BE diruang kerjanya kemarin (15/1) dirinya mengaku kaget dengan pemberitaan tersebut. \"Tidak ada biaya ketok palu itu, saya malah kaget saat baca berita itu. Ketok palu (pengesahan, red) APBD itu kan merupakan kewajiban kita untuk masyarakat. Kita sangat bingung, ketok palu tepat waktu kita dicurigai, kita bahas dengan detail kita dianggap menghambat,\" kata Teguh kepada BE di ruang kerjanya kemarin. (777)
Kejari Bidik Biaya Muluskan APBD
Jumat 16-01-2015,18:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-11-2026,11:19 WIB
Begini Cara Cek Penerima Bansos Beras 10 Kg dan BPNT Sembako via HP
Rabu 04-11-2026,11:58 WIB
Cek Zodiakmu! Ini Warna dan Hari Hoki yang Bisa Mendukung Keberuntunganmu Sepanjang November
Rabu 04-11-2026,12:35 WIB
Pertamina dan SPBU Swasta Kompak Pertahankan Harga BBM Mulai 1 November 2026
Rabu 04-11-2026,12:23 WIB
Waspada Cuaca Harian: BMKG Umumkan Prakiraan Hujan, Angin, dan Suhu Udara
Rabu 04-11-2026,11:06 WIB
Refill atau Clone? Ini Bedanya yang Sering Bikin Kamu Salah Beli Parfum
Terkini
Rabu 04-11-2026,21:49 WIB
Menantu Diduga Tusuk Ibu Mertua hingga Meninggal di Kaur, Berawal dari Cekcok Penjemputan Anak
Rabu 04-11-2026,16:45 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi Buka Suara soal Dugaan Penyadapan Nomor Gibran
Rabu 04-11-2026,16:05 WIB
Kapolresta Bengkulu Ancam Copot Jabatan Polisi yang Masuk THM
Rabu 04-11-2026,15:56 WIB
Mulai Desember, Seluruh Pengiriman CPO Bengkulu Ditargetkan Wajib Berlabel Asal Daerah
Rabu 04-11-2026,15:51 WIB